Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Densus 88 Tangkap Seorang Diduga Teroris di Solo

Jumat, 19 November 2010, 05:10 WIB
Komentar : 0
Antara
Densus 88

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) Mabes Polri menangkap JD alias Thoyib yang diduga terlibat dalam jaringan teroris di Solo, Jawa Tengah. "Penangkapan dilakukan pada Kamis (18/11) pukul 10.00 WIB," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Polisi I Ketut Untung Yoga Ana melalui pesan singkat telepon selular di Jakarta.

Yoga menyebutkan bahwa JD ditangkap di Jalan KH. Agus Salim depan PPBS Sondakan. Laweyan, Solo. Usai menangkap Thoyib, anggota Densus 88 menggeledah rumah milik terduga teroris itu di Dukuh Ngemplak RT03/01, Desa Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sekitar pukul 10.30 WIB.

Selain menangkap JD, petugas juga menyita barang bukti berupa satu unit komputer, buku dokumen Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), buku tentang jihad dan satu unit telepon selular. "Saat ini masih dalam penyelidikan dan penyidikan Densus 88," ujar Yoga.

Yoga belum memberikan keterangan lebih lanjut penangkapan terduga teroris itu maupun terkait jaringan mana.


Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : antara
1.538 reads
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  herman Lie Kamis, 2 Desember 2010, 09:45
Islam di Indonesia harus kuat biar tidak jadi bulan2an sekularis, atheis dan phalangis, dan Islam sebagai pembela Pancasila harus maju secara Ekonomi dan Politik.
  Abdul Malik Selasa, 23 November 2010, 11:21
Kasus gayus bisa bebas tamasya merupakan gambaran boborknya institusi polri, mereka memang jenius, cerdas, dan terampil namun jiwa mereka jauh dari slogan bangsa yang mereka gembar-gemborkan. Agaknya para polisi perlu di kaji ulang pemahaman mereka tentang PANCASILA terutama densus pasal 2 Pancasila hafal, faham tidak?
  org dekat Jumat, 19 November 2010, 13:39
tdk perlu kaitkan penangkapan aktivis islam dengan bencana spt kata orang jauh....seakan-akan islam penyebab bencana dan menjadikan manusia mati jadi banyak...kasian amat...berpikir jernih...
  bosan Jumat, 19 November 2010, 09:24
Kalau lagi ada masalah besar, terutama terkait dengan Polri, tiba-tiba saja ada penangkapan tersangka teroris. Pak Polisi, kita udah bosan dan tahu kok, ini semua cuman sandiwara untuk mengalihkan perhatian.
  orang jauh Kamis, 18 November 2010, 18:19
Berbagai bencana baru saja mereda akan tetapi para aktivis islam mulai di acak-acak lagi.saya suka memperhatikan apabila ada aktivis islam di acak-acak biasanya selang beberapa minggu bencana musibah menimpa dimana-mana(negri ini).Wallahu a'lam
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda