Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1436 / 23 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

"Jangan Beri Kesempatan Polisi Korup dan Brengsek"

Wednesday, 03 November 2010, 04:16 WIB
Komentar : 0
Inspektur Pengawasan Umum Komjen Pol Nanan Soekarna
Inspektur Pengawasan Umum Komjen Pol Nanan Soekarna

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Inspektur Pengawasan Umum Komjen Nanan Soekarna, Selasa (2/11), usai bertemu Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Jasin di Jakarta, meminta masyarakat tidak membiarkan polisi korup dan bermental buruk.

"Masyarakat juga jangan beri kesempatan pada polisi korup dan brengsek. Kita harus sama-sama mencegah. Ingat, yang memberi juga melanggar hukum," kata Nanan keras.
 
Ia mengatakan hasil Survei Integritas KPK sebagai pencegahan akan ditindaklanjuti oleh Kepolisian. Polisi mengapresiasi hasil survei tersebut sebagai evaluasi untuk memperbaiki diri. Survei yang dilakukan KPK ditujukan pada unit layanan publik pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisan (SKCK) mulai di 22 tingkatan Polres, yang hasilnya ada ditemukan gratifikasi baik karena keinginan responden atau petugasnya.

"Artinya ada kerjasama negatif di sini. Karena itu masyarakat tidak boleh memberikan kesempatan polisi korup," ujar mantan Kapolda Sumatera Utara ini.

Nanan memastikan bahwa polisi telah berupaya menjalankan reformasi birokrasi. "Apa yang terjadi pada Samsat sudah sangat luar biasa, jadi saya rasa dengan survei ini dapat membantu memperbaiki pelayanan SIM dan SKCK," kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.

M Jasin mengatakan, dua instansi yang unit pelayanan publiknya berturut-turut mendapat nilai integritas di bawah rata-rata adalah Kepolisian dan Kementerian Hukum dan HAM. Untuk Kepolisian ada pada unit pelayanan pembuatan SIM dan SKCK, sedangkan di Kementerian Hukum dan HAM ada di unit Lembaga Pemasyarakatan.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : antara
Hai Bani Israil, ingatlah akan nimat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS. Al-Baqarah [2]:122)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Alasan Menteri Agama Terkait Lahirnya RUU PUB
JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan lima hal yang menjadi bagian dari lahirnya Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Umat Beragama (PUB). Pertama,...