Tuesday, 27 Zulhijjah 1435 / 21 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Timur Pradopo, Ketua Kelas yang Jadi Calon Kapolri

Wednesday, 06 October 2010, 00:41 WIB
Komentar : 0
Komjen Timur Pradopo
Komjen Timur Pradopo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Dimata Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Oegroseno teman seangkatannya yang sekarang menjadi calon tunggal Kapolri, Komjen Pol Timur Pradopo memiliki kepribadian, sikap dan keahlian yang baik.

Menurut Oegro, hal itu terlihat dari namanya yang dipilih oleh presiden sebagai satu-satunya calon kapolri pengganti Jendral Pol Bambang Hendarso Danuri. "Kalau tidak baik ya tidak akan terpilih," ujar Oegro yang sama-sama angkatan '78 itu.

Lebih lanjut, Oegro mengaku mempunyai kenangan khusus tentang teman seangkatannya itu. "Waktu di Magelang kita sama-sama. Dia sanggup bawa ransel latihan sanggup sama-sama baca kompas," ungkap Oegro saat dihubungi Republika via telepon, Selasa (5/10).

Oegro pun mengatakan bahwa teman seangkatannya itu mempunyai sifat kepemimpinan yang baik. "Kepemimpinannya banyak pernah menjadi danton, komandan peleton harian, ketua kelas, jaga kamar, jaga serambi, jaga ksatrian," ujar Oegro.

Namun, saat ditanya soal peran Timur Pradopo saat menjadi Kapolres Jakarta Barat ketika peristiwa Trisakti terjadi, Oegro enggan menjawab. "Kok masalah begitu ditanya saya, saya gak punya kapasitas," kilahnya.

Kabaharkam Mabes Polri, Komjen Pol Timur Pradopo merupakan calon tunggal Kapolri yang diajukan presiden kepada DPR. Timur mendadak menjadi jendral bintang tiga pada Senin (4/10) kemarin setelah sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Metrojaya dengan pangkat inspektur jendral.

Reporter : A.Syalaby Ichsan
Redaktur : Djibril Muhammad
Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, (( QS.An Anfaal 8 : 53 ))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...