Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Komjen Pol Nanan Mengaku tak Kecewa Batal Dicalonkan Jadi Kapolri

Selasa, 05 Oktober 2010, 20:43 WIB
Komentar : 0
Nanan Sukarna (kanan) berjalan bersama Imam Sujarwo
Nanan Sukarna (kanan) berjalan bersama Imam Sujarwo

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Komisaris Jenderal Pol Nanan Sukarna menyatakan dirinya tidak kecewa atas keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mencalonkan Komjen Pol Timur Pradopo sebagai Kapolri. ''Gak lah. saya tidak kecewa,'' katanya, di sela-sela peringatan HUT ke-65 TNI di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (5/10).

NanaN mengatakan, sosok Timur Pradopo adalah sosok yang tepat menggantikan Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri sebagai Kapolri. ''Itu temen saya. Satu barak malah,'' katanya.

Ia mengatakan, pencalonan Timur Pradopo sebagai Kapolri semata demi kepentingan Polri yang lebih baik di masa datang. ''Semua demi kepentingan dan kebaikan Polri. Mohon ini didukung,'' imbuhnya.

Komjen Pol Nanan Sukarna merupakan salah satu calon yang diajukan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri untuk menggantikannya. Nanan bersama Komjen Pol Imam Sujarwo merupakan salah satu calon kuat untuk menggantikan Bambang Hendarso. Bahkan, kedua nama itu santer disebut sebagai calon kapolri yang bakal diajukan Presiden.

Namun pada detik-detik terakhir, Presiden malah mengajukan nama Komjen Timur Pradopo sebagai calon kapolri kepada DPR. Nama itu nantinya akan diuji tuntas oleh DPR sebelum disetujui atau ditolak.

Reporter : Antara
Redaktur : Budi Raharjo
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar((HR. Ahmad dan Abu Dawud))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar