Rabu, 26 Ramadhan 1435 / 23 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pembunuh pemilik Warnet di bekasi Tertangkap

Jumat, 24 September 2010, 03:26 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI--Polsek Pondok Gede berhasil menangkap tersangka pelaku pembunuhan di warnet Phoenix, Jati Waringin, bekasi.  Penangkapan berhasil dilakukan hanya beberapa jam setelah peristiwa pembunuhan. Dalam peristiwa ini, Alderta Paskah Pinem, yang merupakan pemilik warnet, terwas, dan dua lainnya terluka.

Proses penangkapan berlangsung relatif singkat. Menurut Kapolsek Pondok Gede, AKP Harun Hurdana, setelah pihaknya mendapat laporan sekitar pukul tiga dini hari, saksi-saksi langsung dimintai keterangan. Dari hasil pengembangan keterangan saksi polisi berhasil mengidentifikasi salah seorang tersangka pembunuhan yang pernah bersekolah di SMK 34, Jakarta. Pukul delapan polisi sudah mengantongi alamat pelaku dari data SMK 34. Lalu dilakukan pengejaran hingga pelaku utama bernama, Singgit Harum Wibowo (20), tertangkap di Jalan Indutri, Jakarta Pusat.

Pembunuhan diotaki Singgit, yang merupakan bekas pegawai di warnet Phoenix. Dia juga yang melakukan eksekusi terhadap tiga korban.

Menurut Harun motif pembunuhan adalah dendam terhadap Alderta. Sebelumnya Singgit dipecat sebagai operator warnet oleh korban. Penyebabnya, Singgit mencuri uang setoran warnet sebesar Rp 6 juta, sebelum Idul Fitri. “Dari hari Minggu (korban) sudah mau dihabisi,” jelas Harun.

Menurut salah seorang saksi yang juga pengunjung warnet, pembunuhan terjadi pada pukul 02.30. Pelaku yang masuk ke warnet, katanya, berjumlah tiga orang. Sementara satu orang pelaku lain menunggu di luar.

Sebelum melakukan aksinya, Singgit sempat berbicara kepada Aswin, operator warnet, memintanya membangunkan Alderta. Karena Singgit mengenal Alderta, tanpa curiga Aswin menyuruhnya langsung menemui Alderta yang sedang tidur di kamarnya di lantai dua warnet. Kemudian terdengar suara ribut di lantai atas. Aswin yang naik untuk memeriksa apa yang terjadi justru terkena pukulan tongkat besi di bagian kepalanya. Dengan kepala berdarah, Ia sempat turun ke bawah meminta pertolongan. Singit yang juga turun mengejar Aswin sempat menusuk Cecep, seorang pengunjung warnet dibagian perutnya.

Kejadian itu membuat pengunjung warnet panik. Dari TKP, polisi mengumpulkan barang bukti berupa lima bilah pisau dan satu tongkat besi. Pelaku terancam pasal 338 mengenai pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Reporter : c42
Redaktur : Siwi Tri Puji B
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
H-3 Puncak Arus Mudik di Gerbang Tol Cikampek
CIKAMPEK --Gerbang tol Cikampek mencatat mulai ada pelonjakan kendaraan. Andri Yusuf, Kepala Gerbang Pintu Tol Cikampek menerangkan ada peningkatan hingga 4000 kendaraan pada...