Monday, 27 Zulqaidah 1435 / 22 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Lagi, 2 Tersangka Teroris Dibekuk Densus 88

Wednesday, 22 September 2010, 05:01 WIB
Komentar : 0
Antara
Densus 88
Densus 88

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Setelah menangkap dan menetapkan 18 tersangka teroris, Polda Sumut dan Densus 88 kembali menangkap dua tersangka lagi. Namun seluruh tersangka, kecuali yang menderita luka berat akibat tembakan, diterbangkan ke Jakarta kemarin.

Dua tersangka teroris yang belakangan ditangkap Densus 88 sebelumnya juga sempat menjalani perawatan di Medan akibat luka tembak di tubuhnya. Tapi karena tidak terlalu berat, dokter yang merawat memperkenankan mereka dibawa ke Jakarta oleh petugas. Menurut dokter yang merawat, luka tembak

yang dialami dua orang tersangka baru itu sama-sama berada di bagian paha. Satu orang terserempet peluru dan satunya lagi tertembus peluru. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Baharuddin Djafar membenarkan perihal penangkapan dua tersangka baru tersebut. Namun dia tidak bersedia menjelaskan lebih jauh soal keberadaan dan identitas dua tersangka tersebut. "Silahkan tanya ke Mabes saja," katanya kepada wartawan di Medan.

Ia juga menolak ketika ditanya soal tersangka teroris lain yang masih dirawat di rumah sakit Bhayangkara di Medan. Dengan adanya penangkapan tadi malam, maka jumlah tersangka teroris terkait perampokan Bank CIMB Niaga, Medan, menjadi 20 orang. Tiga orang tewas, 13 orang dalam kondisi hidup, dua lagi sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Medan, dan 2 diterbangkan ke Jakarta.

Reporter : Nian Poloan
Redaktur : Djibril Muhammad
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar