Sabtu, 6 Syawwal 1435 / 02 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

MA Akhirnya Terima Pengacara Kongres Advokat Indonesia

Kamis, 15 Juli 2010, 03:42 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Pengacara yang tergabung dalam Kongres Advokat Indonesia (KAI), Rabu (14/7) sore akhirnya diterima Mahkamah Agung dalam perkara dualisme organisasi advokat di Tanah Air. Sebelumnya, pengacara KAI  sempat menggelar demo berakhir anarkis dengan membobol pintu pagar samping Gedung MA serta memasuki ruangan Mochtar Kusumaatmadja sembari menurunkan foto Ketua MA, Harifin A. Tumpa serta menginjak-nginjaknya.

Perwakilan KAI itu diterima Hakim Agung Rehngena Purba, serta Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Nurhadi, kata Presiden KAI Indra Sahnun Lubis. "Dari hasil pertemuan itu disampaikan langsung ke Ketua MA, Harifin A. Tumpa," katanya.

Dualisme organisasi advokat itu, terjadi menyusul Surat Keputusan Mahkamah Agung Nomor 089 Tahun 2010 yang menyebutkan bahwa MA hanya mengakui organisasi Peradi. Presiden KAI menyebutkan pada 24 Juni 2010 ada kesepakatan di MA antara Peradi dan KAI bahwa akan membentuk wadah tunggal.

"Mahkamah Agung sendiri menggelar rapat untuk pembentukan wadah tunggal. Kami dari KAI dan Peradi menggelar rapat juga untuk membahas itu di Hotel Nikko," katanya. Dari pertemuan antara KAI dan Peradi itu menghasilkan delapan butir kesepakatan bersama. "Namun, Peradi secara sepihak telah mengubah kesepakatan itu," katanya.

Dalam butir itu, kata dia, menyebutkan bahwa Peradi mengakomodasi anggota KAI serta bagi advokat yang baru lulus dari KAI harus mengikuti ujian kembali versi Peradi. "Kemudian Peradi kepada MA menyebutkan bahwa wadah tunggal adalah Peradi," katanya.

MA berjanji akan membahas SK MA tersebut selama sepekan ke depan. "Selama sepekan itu, advokat KAI diperbolehkan untuk beracara di pengadilan," katanya.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Ant
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar