Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

MA Akhirnya Terima Pengacara Kongres Advokat Indonesia

Kamis, 15 Juli 2010, 03:42 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Pengacara yang tergabung dalam Kongres Advokat Indonesia (KAI), Rabu (14/7) sore akhirnya diterima Mahkamah Agung dalam perkara dualisme organisasi advokat di Tanah Air. Sebelumnya, pengacara KAI  sempat menggelar demo berakhir anarkis dengan membobol pintu pagar samping Gedung MA serta memasuki ruangan Mochtar Kusumaatmadja sembari menurunkan foto Ketua MA, Harifin A. Tumpa serta menginjak-nginjaknya.

Perwakilan KAI itu diterima Hakim Agung Rehngena Purba, serta Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Nurhadi, kata Presiden KAI Indra Sahnun Lubis. "Dari hasil pertemuan itu disampaikan langsung ke Ketua MA, Harifin A. Tumpa," katanya.

Dualisme organisasi advokat itu, terjadi menyusul Surat Keputusan Mahkamah Agung Nomor 089 Tahun 2010 yang menyebutkan bahwa MA hanya mengakui organisasi Peradi. Presiden KAI menyebutkan pada 24 Juni 2010 ada kesepakatan di MA antara Peradi dan KAI bahwa akan membentuk wadah tunggal.

"Mahkamah Agung sendiri menggelar rapat untuk pembentukan wadah tunggal. Kami dari KAI dan Peradi menggelar rapat juga untuk membahas itu di Hotel Nikko," katanya. Dari pertemuan antara KAI dan Peradi itu menghasilkan delapan butir kesepakatan bersama. "Namun, Peradi secara sepihak telah mengubah kesepakatan itu," katanya.

Dalam butir itu, kata dia, menyebutkan bahwa Peradi mengakomodasi anggota KAI serta bagi advokat yang baru lulus dari KAI harus mengikuti ujian kembali versi Peradi. "Kemudian Peradi kepada MA menyebutkan bahwa wadah tunggal adalah Peradi," katanya.

MA berjanji akan membahas SK MA tersebut selama sepekan ke depan. "Selama sepekan itu, advokat KAI diperbolehkan untuk beracara di pengadilan," katanya.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Ant
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Enrico Jumat, 8 Juli 2011, 18:50
Konsep tentang Wadah Tunggal UU Advokat sebenarnya bertetangan dengan Ps 28E (3) UUD 45 tentang Kebebasan Berserikat. Tetapi MA kukuh memutuskan tentang Wadah Tunggal. Demikianlah 'degilnya' MA. Silahkan baca http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/index.php?page=website.BeritaInternalLengkap&id=5203
  Dentuman Djati, SH. Selasa, 18 Januari 2011, 11:36
demi kepastian hukum di republik ini kenapa tidak kita ikuti apa yang diharapkan oleh MA tersebut, ayo dukung kepastian hukum dan jayalah ADVOKAT.
  lawan kezholiman Minggu, 21 November 2010, 15:03
ingat tgl 22 november demo akbar se indonesia untuk masyarakat KAI.
  budi Senin, 25 Oktober 2010, 17:22
yuk kita duduk satu meja baik jajaran DPN PERADI dan DPP KAI KALO KITA BERSELISIH TERUS KAPAN SUPREMASI HUKUM DAPAT DITEGAKKAN ?
  akbar Selasa, 20 Juli 2010, 21:59
sy hanya ingi komentari maslah peradi dan kai, para advokat baik dari peradi maupun kai mari membuka diri, buka akal n hati masing2 untuk bersatu dalam sebuah wadah tunggal agar supremasisai hukum betul2 bisa ditegakkan