Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Resmi Ditahan, Pengacara Susno Ajukan Praperadilan

Selasa, 11 Mei 2010, 06:39 WIB
Komentar : 0

JAKARTA--Muhammad Assegaf, pengacara mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Susno Duadji mengatakan, upaya praperadilan atas penangkapan kliennya masih menunggu surat resmi penangkapan dari penyidik.

Assegaf mengatakan hal itu usai mendampingi kliennya Susno di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin malam. Menurut dia, tim pengacara Susno telah sepakat akan mengajukan praperadilan untuk menguji apakah penangkapan itu sah atau tidak.

"Jika surat penetapan tersangka dan penangkapan telah diterima pengacara maka itu akan menjadi dasar untuk mengajukan praperadilan," katanya.

Menurut dia, penyidik memang memiliki pendapat yang subyektif terkait dengan penangkapan Susno dan hal itu akan diuji di pengadilan melalui sidang praperadilan. Ia menilai, sebelum menjadi tersangka, Polri telah melakukan berbagai upaya untuk menggiring opini untuk memojokkan Susno.

Pelaksanaan sidang kode etik Kompol Arafat, menurut pengacara senior ini, telah dipakai Polri untuk menggiring opini agar Susno terpojok. Arafat dalam sidang itu mengaku diberi arahan agar tidak memeriksa semua saksi kasus pencucian uang Rp 25 miliar milik Gayus Tambunan.

"Selama ini belum pernah ada sidang kode etik berlangsung terbuka. Masa untuk Arafat terbuka dan di sidang Arafat menyebut Susno untuk tidak memeriksa banyak saksi," katanya.

Upaya memojokkan lain adalah keterangan Sjahril Djohan kepada wartawan yang meminta agar Susno mendatangi penyidik Polri. Assegaf menduga, keterangan Arafat dan Sjahril itu sengaja didesain oleh Polri untuk menyudutkan Susno.

Setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi hari ini, Susno menjadi tersangka dan diberi surat penangkapan. Dengan status ditangkap itu, penyidik dapat memiliki waktu 24 jam untuk mempelajari keterangan Susno.

Susno diduga menerima uang Rp 500 juta dari Sjahril Djohan agar kasus arwana yang ditangani Bareskrim tahun 2008 disidik dan diajukan ke kejaksaan. Hingga kini, penyidik Polri belum menahan Susno secara resmi.

Redaktur : taufik rachman
Sumber : antara
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  rachman_45 Rabu, 12 Mei 2010, 17:54
semua harus kembali kepada moral dan hati nurani, apakah kita yakin dia benar atau salah, akan tetapi ada nilai tambah dari semua ini, yaitu kita menjadi dewasa berpikir dan pejabat negara kita mulai sadar dan malu kepada rakyatnya...
  jelata Rabu, 12 Mei 2010, 17:54
Kapolrinya segera diganti saja. Sudah sangat jelas tidak memiliki keinginan untuk mereformasi polri agar menjadi bersih dari mafia, karuptor, dll. Dengan kata lain, kapolri tidak lebih berani dibandingkan Susno Duaji.
  hendra Rabu, 12 Mei 2010, 17:54
yang sabar pak susno
  soe selalu Selasa, 11 Mei 2010, 21:30
aneh memang nih negara, orna melapor kebenaran malah di tangkap....
klo memang susno menerima suap dri sjahril johan, knapa sjahril johan blum di jadikan tersangka............ ancur negara.......
klo nih sich kebatilan di atas kebenaran......... nauudzubillahimin zaliq.........
  dedy Selasa, 11 Mei 2010, 03:21
pa susno...sabar ya..kebenaran pasti menang!!!