Langkah Hukum pada Luna Maya Kontraproduktif
Selasa, 22 Desember 2009 03:57 WIB
JAKARTA--Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Nezar Patria, menyatakan langkah hukum yang telah ditempuh pihak pekerja infotainment terhadap artis Luna Maya sebagai bentuk kontraproduktif terhadap penolakan Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
''Padahal kita, AJI, PWI, dan AJTI telah sepakat untuk melawan pasal-pasal pidana yang tertera di dalam UU ITE. Ini kayaknya sangat kontraproduktif dengan yang telah kita sepakati,'' kata Nezar dalam perbincangan kepada Republika melalui saluran telpon di Jakarta, Senin (21/12).
Undang-undang ITE ini, menurut Nezar, sebenarnya merupakan ancaman paling serius terhadap kebebasan pers. Apalagi, kata dia, hampir semua media cetak saat ini memiliki versi online. ''Ancaman dari UU ini sebenarnya bisa terjadi kepada siapa saja, dan korban yang paling riskan adalah wartawan.''
''Apalagi saat ini hampir semua koran mempunyai online. UU ini sangat rawan untuk menjerat segala hal pemberitaan yang tak disukai,'' ujarnya.
Nezar menegaskan, dalam kaitan ini pihak AJI tidak ada niat untuk mencampuri atau membela Luna Maya. ''Tetapi concern kami lebih kepada UU ITE yang digunakan untuk melaporkan Luna Maya,'' tandasnya.
Untuk itu Nezar hanya meminta agar pihak infotainment untuk melakukan instropeksi diri. Selama ini, kata dia, para pekerja infotainment dalam pola pencurian pemberitaannya masih sangat jauh dari penegakan kode etik jurnalistik profesional. Hampir semua pemberitaan atau gosip yang dimunculkan bersifat subyektif tanpa ada konfirmasi. ''Saya kira kondisi ini justru malah memperlebar gap antara wartawan profesional dengan para pekerja infotainment,'' kata Nezar. akb/kpo
''Padahal kita, AJI, PWI, dan AJTI telah sepakat untuk melawan pasal-pasal pidana yang tertera di dalam UU ITE. Ini kayaknya sangat kontraproduktif dengan yang telah kita sepakati,'' kata Nezar dalam perbincangan kepada Republika melalui saluran telpon di Jakarta, Senin (21/12).
Undang-undang ITE ini, menurut Nezar, sebenarnya merupakan ancaman paling serius terhadap kebebasan pers. Apalagi, kata dia, hampir semua media cetak saat ini memiliki versi online. ''Ancaman dari UU ini sebenarnya bisa terjadi kepada siapa saja, dan korban yang paling riskan adalah wartawan.''
''Apalagi saat ini hampir semua koran mempunyai online. UU ini sangat rawan untuk menjerat segala hal pemberitaan yang tak disukai,'' ujarnya.
Nezar menegaskan, dalam kaitan ini pihak AJI tidak ada niat untuk mencampuri atau membela Luna Maya. ''Tetapi concern kami lebih kepada UU ITE yang digunakan untuk melaporkan Luna Maya,'' tandasnya.
Untuk itu Nezar hanya meminta agar pihak infotainment untuk melakukan instropeksi diri. Selama ini, kata dia, para pekerja infotainment dalam pola pencurian pemberitaannya masih sangat jauh dari penegakan kode etik jurnalistik profesional. Hampir semua pemberitaan atau gosip yang dimunculkan bersifat subyektif tanpa ada konfirmasi. ''Saya kira kondisi ini justru malah memperlebar gap antara wartawan profesional dengan para pekerja infotainment,'' kata Nezar. akb/kpo
60 reads
Isi Komentar




