Angket Century Rawan Pertemuan Gelap
Selasa, 08 Desember 2009 05:53 WIB
JAKARTA--Kekhawatiran pengusutan Bank Century di Panitia khusus hak angket (penyelidikan) di DPR terus menyeruak. Direktur Program Strategic Indonesia, Audy Wuisang, menilai tetap ada potensi panitia angket 'main belakang' dalam kasus senilai Rp 6,7 triliun ini. ''Pertemuan-pertemuan tertutup (dalam pansus angket Bank Century) tetap sangat terbuka dilakukan,'' kata Audy, Senin (7/12) sore.
Sidang paripurna pengesahan pansus angket, Jumat pekan lalu, sudah menegaskan rapat-rapat pansus harus terbuka bagi masyarakat. Ini untuk mengurangi risiko adanya 'permainan' dalam menuntaskan kasus Bank Century.
Audy mengatakan DPR harus memberi ruang luas bagi publik untuk mengontrol jalannya pansus. ''(Ini) sangat menentukan apakah Pansus tersebut akan bertugas secara optimal ataukah tidak,'' katanya.
Ia menambahkan, perkembangan politik dari hak angket Century menjadi ujian serius bagi DPR. Pertama, mayoritas anggota pansus adalah anggota koalisi pemerintah. Kedua, Ketua Pansus pun bukan dari inisiator dan juga berasal dari koalisi pemerintah. ''Pesimisme atas komposisi kepemimpinan Pansus telah menyeruak dimana-mana. Ini ujian serius,'' katanya. evy/kpo
Sidang paripurna pengesahan pansus angket, Jumat pekan lalu, sudah menegaskan rapat-rapat pansus harus terbuka bagi masyarakat. Ini untuk mengurangi risiko adanya 'permainan' dalam menuntaskan kasus Bank Century.
Audy mengatakan DPR harus memberi ruang luas bagi publik untuk mengontrol jalannya pansus. ''(Ini) sangat menentukan apakah Pansus tersebut akan bertugas secara optimal ataukah tidak,'' katanya.
Ia menambahkan, perkembangan politik dari hak angket Century menjadi ujian serius bagi DPR. Pertama, mayoritas anggota pansus adalah anggota koalisi pemerintah. Kedua, Ketua Pansus pun bukan dari inisiator dan juga berasal dari koalisi pemerintah. ''Pesimisme atas komposisi kepemimpinan Pansus telah menyeruak dimana-mana. Ini ujian serius,'' katanya. evy/kpo
25 reads
Isi Komentar




