Friday, 30 Zulhijjah 1435 / 24 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Komitmen Investasi Jepang di Indonesia Jalan Terus

Monday, 14 March 2011, 13:51 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, memastikan komitmen investasi Jepang ke Indonesia tidak akan terganggu terkait bencana gempa bumi. "Seluruh program yang sudah menjadi komitmen dengan Jepang tetap jalan," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (14/3).

Hatta memastikan tidak ada penundaan dan berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang terkait dengan bantuan Jepang berlangsung sesuai rencana. "Sejauh ini tetap jalan, tidak ada yang ditunda. Misalnya apakah itu yang terkait dengan geotermal, MRT, proyek transportasi, bantuan-bantuan JBIC, semua berjalan. Tidak ada yang ditunda sampai sejauh ini," ujarnya.

Untuk itu, ia menjelaskan, pertemuan dengan wakil menteri ekonomi Jepang membicarakan kickoff program prioritas wilayah metropolitan (Metropolitan Priority Area/MPA) senilai 20 miliar dolar AS akan tetap berjalan pada 17 Maret 2011 mendatang.

"Saya tadi berkomunikasi dengan duta besar Jepang, untuk program kickoff meeting, program MPA, itu tetap berjalan. Hanya yang datang wakil menterinya dan itu akan kita laksanakan 17 Maret," ujarnya.

Sebelumnya, pada (14/2), Pemerintah Indonesia memfokuskan kerja sama ekonomi dengan Jepang pada lima bidang utama yang ditandai dengan kedatangan Delegasi Kamar Dagang dan Industri Jepang (Keidanren) dipimpin ketuanya Yonekura Hiromasha.

Kelima bidang utama itu pertama penyediaan infrastruktur transportasi seperti percepatan pembangunan jalan kereta api, pelabuhan, bandara, jalan-jalan, dan pengembangan koridor ekonomi di Jawa senilai 60 miliar dolar AS.

Kedua pengembangan penyediaan listrik dengan sumber energi terbarukan seperti panas bumi dan batu bara dengan emisi karbon rendah. Selain itu bidang yang terkait dengan perluasan kawasan industri khususnya di luar Pulau Jawa sehingga terhubung dengan pelabuhan.

Keempat bidang pengembangan air bersih dan kelima terkait dengan pengembangan energi minyak dan gas. Selain itu, Jepang juga menawarkan konsep bilateral "offside mechanism" yaitu Jepang membayar karbon jika Indonesia mengembangkan energi berbasis emisi karbon yang rendah.


Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
"Orang munafik adalah orang yang banyak mencela, dan merasa dirinya lebih baik dibandingkan saudaranya"((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kemarau Panjang Akibatkan Turunnya Pasokan Air Jakarta, Ini Solusinya
JAKARTA -- Musim kemarau panjang di indonesia memiliki dampak terhadap penurunan debit air baku. Kepala Divisi Komunikasi dan Pertanggung Jawaban Sosial PT PAM...