Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Emas Makin Mahal, Masyarakat Serbu Perhiasan Imitasi

Selasa, 04 Januari 2011, 22:49 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG-- Ketua Asosiasi Pedagang Emas dan Permata Indonesia (APEPI) Kota Semarang, Bambang Yuwono, menilai perhiasan imitasi akan kian marak di pasaran sebagai pilihan alternatif pengganti emas.

"Harga emas yang semakin tinggi dan tak terjangkau membuat banyak orang yang tidak bisa membelinya, terutama masyarakat golongan menengah ke bawah," kata Bambang di Semarang, Selasa.

Menurut dia, saat ini sudah mulai banyak gerai-gerai yang menawarkan perhiasan imitasi berbahan non-emas, dan masyarakat akhirnya memilih imitasi karena mereka tidak bisa menjangkau harga emas.

Ia mengatakan perhiasan imitasi biasanya dibuat dari perak atau tembaga yang diolah mirip emas, namun harganya tetap jauh lebih murah jika dibandingkan dengan perhiasan berbahan emas.

"Biasanya (perhiasan imitasi, red.)memang dibuat dari perak atau tembaga, harganya memang jauh lebih 'miring'. Masyarakat menengah ke bawah pun pasti akan memilih perhiasan imitasi," katanya.

Ditanya harga emas saat ini (4/1), Bambang menyebutkan harganya masih bertahan tinggi, yakni Rp403.000/gram untuk 24 karat, kemudian 18 karat sebesar Rp355.000/gram dan Rp165.000 untuk delapan karat.

Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar