Monday, 20 Zulqaidah 1435 / 15 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Biaya Pasang Listrik Mahal, Masyarakat Mengeluh

Tuesday, 14 December 2010, 22:06 WIB
Komentar : 0
Antara
Jaringan listrik PLN
Jaringan listrik PLN

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU--Biaya pemasangan listrik masih saja dikeluhkan masyarakat. Sebagian masyarakat Pekanbaru yang belum mendapatkan aliran listrik mengeluhkan mahalnya biaya pemasangan listrik yang ditetapkan oleh pihak biro jasa.

"Biaya pemasangan listrik saat ini mencapai Rp3 juta, bahkan di beberapa perumahan lainnya bisa mencapai Rp5 juta," ujar Andri, salah seorang warga perumahan Tanjung Mas, Pekanbaru, Selasa.

Ia mengatakan, biaya yang diberikan oleh biro jasa tersebut berbeda jauh dengan besaran yang ditetapkan oleh PLN, di mana untuk daya 900 VA dikenakan Biaya Penyambungan (BP) Rp270 ribu, Uang Jamin Langganan (UJL) sebesar Rp90.900.

"Kemudian untuk daya 1300 VA, BP yang dikeluarkan Rp390 ribu dan UJL Rp131.300 dengan demikian total yang harus dikeluarkan pelanggan sebesar Rp521.300," ujar dia.

Andri mengatakan, pihaknya sudah menanyakan hal tersebut pada pihak biro jasa, namun hingga saat ini belum ada jawaban. Diakuinya, kalau perbedaannya sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu, pihaknya bisa memakluminya.

"Nah,ini perbedaannya sampai jutaan. Ini tentunya sangat memberatkan," tukas dia.

Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Riau, Yuliasman, menuding bahwa tarif yang ditetapkan tersebut merupakan ulah calo. Menurutnya, biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk pemasangan baru berkisar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta.

"Lebih dari itu merupakan ulah calo. Oknum yang tidak bertanggungjawab. Silahkan dilaporkan pada pihak AKLI. Kami akan menindaklanjutinya,"tukas dia.

Saat ini di Pekanbaru terdapat sekitar 15 ribu rumah yang belum menikmati aliran listrik dari PLN. Hal ini akibat kondisi kelistrikan yang belum memadai untuk melakukan pemasangan baru.

Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menikah Harus Sah Menurut Agama Masing-Masing
 JAKARTA -- Masalah undang-undang pernikahan menurut Meneger Nasution sudah jelas. Ia juga menjelaskan menurut para ulama, pernikahan harus sah secara agamanya masing-masing. Berikut video...