Sunday, 29 Safar 1436 / 21 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Uang Jaminan Langganan PLN Dihapus

Thursday, 09 December 2010, 06:19 WIB
Komentar : 0
Jaringan PLN
Jaringan PLN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Uang jaminan langganan (UJL) yang selama ini yang dihimpun oleh PT PLN saat pemasangan sambungan baru akan dihapuskan. Sampai saat ini sedikitnya sekitar RP 5 triliun dana UJL yang terhimpun sejak kebijakan itu dikeluarkan pada tahun 40-an. Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan menjelaskan penghapusan UJL lantaran kemanfaatan dari penghimpunan dana itu saat ini dirasakan tidak terlalu diperlukan.

"Menurut saya harus dihapus mulai tahun depan, karena UJL itu untuk apa ya? takut apa? kan kalau listrik tidak bayar itu kan diputus, seharusnya klo ada UJL, listrik tidak dibayar ya jangan diputus. Saat ini jumlah UJL sekitar Rp 5 triliunan, kebijakan ini mulai sejak tahun 1940 sekian," paparnya saat diwawancarai wartawan di DPR, Rabu (8/12).

Sementara Direktur Keuangan PT PLN, Setio Anggoro Dewo menuturkan, nantinya penggembalian UJL dengan menggunakan mekanisme pengurangan biaya yang harus ditanggung oleh pelanggan setiap bulannya. "Mekanisme detilnya belum ada, tapi yang paling mungkin adalah mengurangi biaya bulanan yang ditanggung dari pelanggan," tukas Dewo.

Uang Jaminan Langganan (UJL) adalah uang yang disetorkan sebagai jaminan saat pertama kali menjadi pelanggan Aetra. Uang jaminan langganan akan dikembalikan jika pengguna memutuskan untuk tidak menjadi pelanggan lagi. Besaran UJL ditetapkan berdasarkan daya.

Semakin besar daya yang digunakan maka semakin besar pula UJL nya. Nono mencontohkan, tarif UJL Rl/2200 sebesar Rp 101/VA, maka UJL yang harus disetorkan Rp 101/-VA x 2200 = Rp 222.200. Besaran angka tersebut, merupakan rekening rata-rata nasional setiap bulan yang digunakan pelanggan Rl/2200.

Reporter : Agung Budiono
Redaktur : Djibril Muhammad
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Upaya Pembunuhan Kim Jong Un, Film Ini Batal Putar
WASHINGTON DC -- Sony Pictures diperkirakan rugi sekitar 100 juta dolar karena batalnya pemutaran film "The Interview" akibat ancaman serangan ke bioskop-bioskop yang...