Friday, 28 Muharram 1436 / 21 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dirut BEI: Keributan IPO, Sebabkan Asing Lepas Saham KRAS

Friday, 12 November 2010, 01:34 WIB
Komentar : 0
PT Krakatau Steel
PT Krakatau Steel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kisruh Initial Public Offering (IPO) PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) membuat para investor asing melepaskan sahamnya. Mereka melepaskan kepemilikan saham di KRAS ditengarai karena enggan terlibat dalam kisruh IPO produsen baja pelat merah ini. Terlebih lagi jika harus berurusan dengan hukum di pengadilan.

"Investor asing melepaskan sahamnya di KRAS karena adanya keributan. Mereka takut kalau sampai diperiksa pengadilan atau KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito saat ditemui dalam acara Investor Summit and Capital Market 2010 di Jakarta, Kamis (11/11).

Padahal, lanjutnya, para investor asing yang melepaskan sahamnya itu berkomitmen sebagai investor jangka panjang di KRAS. Namun, karena adanya kisruh IPO KRAS menggiring para investor asing melepaskan sahamnya. "Mereka (investor asing) bukannya tidak mempunyai komitmen jangka panjang. Mereka tertarik investasi jangka panjang, hanya mereka takut adanya keributan," ujar Ito.

Seperti diketahui, pada hari perdana perdagangan saham KRAS, Rabu (10/11), sebanyak dua persen investor asing melepaskan sahamnya. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih atau net sell saham KRAS senilai Rp 378,693 miliar. Otomatis kepemilikan asing di saham KRAS hanya tersisa lima persen.

Pada hari perdana diperdagangkan, saham KRAS langsung melesat hingga menyentuh batas atas auto rejection sebesar Rp 420 (49,41 persen) ke level Rp 1.270 per saham. Hingga akhir perdagangan di lantai bursa keamrin, saham KRAS ditutup naik Rp 420 ke Rp 1.270.

Sementara itu, meyinggung gugatan warga negara (citizen law suit) yang dilayangkan 13 ekonom untuk menuntut pembatalan penjualan saham perdana KRAS, Ito menegaskan pihaknya tidak melanggar aturan yang berlaku terkait pelaksanaan IPO KRAS. Untuk itu, ia mengakut tidak takut akan gugatan ke-13 ekonom di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Tapi, hak setiap orang menggugat orang lain. Selama ini yang kami lakukan sesuai aturan berlaku. Jadi tidak takut (atas gugatan)," Ito menandaskan.

Reporter : Citra Listya Rini
Redaktur : Djibril Muhammad
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar((HR. Ahmad dan Abu Dawud))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ritual Seks Gunung Kemukus, Ini Tanggapan MUI
JAKARTA --  Terungkapnya sebuah ritual seks kuno di Gunung Kemukus, Jawa Tengah, oleh seorang wartawan asal Australia, Patcrik Abboud membuat geger masyarakat Indonesia....