Rabu, 3 Syawwal 1435 / 30 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pengusaha Perkirakan Harga Minyak Goreng Turun Akhir Bulan Ini

Kamis, 14 Oktober 2010, 23:29 WIB
Komentar : 0
Prayogi/Republika
Minyak goreng
Minyak goreng

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Harga minyak goreng di pasaran yang terus bergerak naik akibat tingginya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), diprediksi akan mulai turun pada akhir bulan ini. Mengingat, pada waktu itu sebagian besar kebun sawit akan memasuki masa panen.

Demikian perkiraan Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga. Menurut dia, tingginya harga minyak goreng hanya menjadi gejala sesaat karena mengikuti kenaikan harga bahan bakunya. Tingginya harga CPO terkerek kenaikan permintaan bagi minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai.

"Karena cuma gejala sesaat, saya rasa belum perlu berkoordinasi dengan pemerintah," kata Sahat ketika dihubungi Republika, Kamis (14/10).

Sahat mengatakan, masa panen akan berlangung hingga akhir tahun. Dengan demikian, harga CPO di bursa Rotterdam juga akan turun dari level 890 dolar AS per ton ke kisaran 800 dolar AS per ton. Penyesuaian harga minyak goreng sebagai produk turunannya, akan langsung terasa untuk minyak curah.
Sementara, harga minyak kemasan baru menyesuaikan sekitar sebulan kemudian karena menyesuaikan dengan pasokan dan stok yang tidak seelastis jenis curah.

Saat ini, kisaran harga rata-rata nasional minyak goreng curah sekitar Rp 10 ribu per kilogram. Malah, harga saat ini lebih mahal Rp 100-200 per kg dibandingkan Agustus-September saat Ramadhan-Lebaran. Tingkat harga tertinggi terjadi di Manokwari, sekitar Rp 14 ribu per kg, sementara terendah di Kendari, sekitar Rp 6.800. Sedangkan, harga rata-rata nasional minyak goreng kemasan tercatat sekitar Rp 8.200 per 620 mililiter, relatif tetap dibandingkan bulan lalu.

Bila sudah memasuki panen, Sahat memperkirakan harga rata-rata nasional minyak goreng curah akan turun maksimal menjadi Rp 9.000 per kg. Dengan asumsi, harga jual dari pihaknya sekitar Rp 7.500 per kg. Dengan tingkat harga minyak goreng curah saat ini, harga jual dari pihaknya berkisar Rp 8.000 per kg. "Tapi harus diwaspadai juga adanya spekulan yang memanfaatkan hal ini. Jadi walau harga CPO dunia sudah turun, jika dipermainkan harga minyak goreng tetap tinggi," jelasnya.

Reporter : Shally Pristine
Redaktur : Endro Yuwanto
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tokoh Kartun Resahkan Warga New York, Kok?
NEW YORK -- Belakangan, ada tren yang cukup meresahkan turis ke kota New York, yakni pemeran tokoh kartun yang terkesan memeras turis untuk...