Selasa, 21 Zulqaidah 1435 / 16 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pertamina Jual Patra Jasa Rp 2,377 Triliun

Kamis, 07 Oktober 2010, 22:45 WIB
Komentar : 0
Pertamina
Pertamina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- PT Pertamina (Persero) menjual 66,67 persen saham anak perusahaannya yakni PT Patra Jasa dengan harga dasar Rp2,377 triliun. Dalam pengumuman di sejumlah media massa yang diperoleh di Jakarta, Kamis (7/10) disebutkan, program penjualan saham Patra Jasa itu merupakan bagian rencana strategis Pertamina lebih fokus pada bisnis utamanya.

Penjualan saham dilakukan melalui 'private placement' kepada investor strategis. Dengan sistem harga dasar, maka investor strategis yang berminat harus menawar di atas Rp 2,377 triliun. Sebagai pendukung proses divestasi, Pertamina itu, telah menunjuk PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebagai pengelola aset Patra Jasa.

Patra Jasa yang didirikan pada 17 Juli 1975 merupakan anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang perhotelan, penyewaan ruang kantor, dan penyewaan rumah. Pertamina memiliki 99,98 persen atau 54.872 saham Patra Jasa dan PT Patra Niaga, anak usaha Pertamina lainnya, menguasai 0,02 persen atau 10 saham sisanya.

Patra Jasa mengoperasikan tujuh hotel yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Bali, Parapat, dan Anyer. Perusahaan juga mengoperasikan gedung perkantoran, Patra Office Tower di Jalan Gatot Subroto Jakarta, penyewaan rumah Patra Residential yang terdiri dari 132 rumah dan kavling di Kuningan, Jakarta Selatan, dan ruang perkantoran di Menara Sudirman, Jakarta.

Kriteria calon investor adalah perusahaan nasional atau asing. Namun, kepemilikan pihak asing dibatasi maksimal 51 persen saham Patra Jasa. Jadwal penjualan saham Patra Jasa adalah administrasi dan pendaftaran pada 8-26 Oktober 2010, uji tuntas 13 Oktober sampai 1 Nopember 2010, dan penawaran dan penyelesaian transaksi 3 November sampai 16 Desember 2010.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ssttt..Nidji Tertarik Museum dan Sejarah Lho!
JAKARTA -- Grup band Nidji ternyata tertarik dengan museum dan sejarah. Nidji yang beberapa waktu lalu berkunjung ke Inggris ini menceritakan mereka kagum...