Jumat, 26 Syawwal 1435 / 22 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pertamina Jual Patra Jasa Rp 2,377 Triliun

Kamis, 07 Oktober 2010, 22:45 WIB
Komentar : 0
Pertamina
Pertamina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- PT Pertamina (Persero) menjual 66,67 persen saham anak perusahaannya yakni PT Patra Jasa dengan harga dasar Rp2,377 triliun. Dalam pengumuman di sejumlah media massa yang diperoleh di Jakarta, Kamis (7/10) disebutkan, program penjualan saham Patra Jasa itu merupakan bagian rencana strategis Pertamina lebih fokus pada bisnis utamanya.

Penjualan saham dilakukan melalui 'private placement' kepada investor strategis. Dengan sistem harga dasar, maka investor strategis yang berminat harus menawar di atas Rp 2,377 triliun. Sebagai pendukung proses divestasi, Pertamina itu, telah menunjuk PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebagai pengelola aset Patra Jasa.

Patra Jasa yang didirikan pada 17 Juli 1975 merupakan anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang perhotelan, penyewaan ruang kantor, dan penyewaan rumah. Pertamina memiliki 99,98 persen atau 54.872 saham Patra Jasa dan PT Patra Niaga, anak usaha Pertamina lainnya, menguasai 0,02 persen atau 10 saham sisanya.

Patra Jasa mengoperasikan tujuh hotel yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Bali, Parapat, dan Anyer. Perusahaan juga mengoperasikan gedung perkantoran, Patra Office Tower di Jalan Gatot Subroto Jakarta, penyewaan rumah Patra Residential yang terdiri dari 132 rumah dan kavling di Kuningan, Jakarta Selatan, dan ruang perkantoran di Menara Sudirman, Jakarta.

Kriteria calon investor adalah perusahaan nasional atau asing. Namun, kepemilikan pihak asing dibatasi maksimal 51 persen saham Patra Jasa. Jadwal penjualan saham Patra Jasa adalah administrasi dan pendaftaran pada 8-26 Oktober 2010, uji tuntas 13 Oktober sampai 1 Nopember 2010, dan penawaran dan penyelesaian transaksi 3 November sampai 16 Desember 2010.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : antara
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Akhir Sengketa Pilpres 2014
 JAKARTA -- Melalui sidang yang berlangsung sekitar tujuh jam, akhirnya Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk menolak semua gugatan yang diajukan oleh pasangan Prabowo-Hatta. Penolakan...