Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kadistanak Kalteng: Tomy Winata Minat Investasi Lahan Gambut 1 Juta Ha

Kamis, 02 September 2010, 18:58 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,PALANGKARAYA--Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanak) Kalimantan Tengah (Kalteng), Ir Tute Lelo, mengungkapkan, pengusaha nasional Tomy Winata tertarik untuk menanamkan investasinya di lahan gambut satu juta hektar."Untuk pengembangan lahan gambut sendiri, salah satu investor nasional, Tomy Winata, berminat menanamkan usaha di bidang pertanian," Ir Tute Lelo, di Palangkaraya, Rabu.

Menurut Tute Lelo, keinginan pengusaha nasional itu adalah untuk membuat sentra pertanian modern dengan luasan lahan yang diperlukan sekitar 45 ribu hektar. Namun, karena status lahan di Pengembangan Lahan Gambut (PLG) hingga kini belum jelas, maka untuk sementara tidak diberi izin.

"Salah satu penyebab tidak bisa diberikan izin kepada pengusaha nasional itu, karena status lahan hingga kini belum jelas legalitasnya. Terkecuali Rancangan Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalteng sudah disahkan maka jelas penggunaan lahan di PLG," ujarnya.

Diutarakannya, kalau saja investasi Tomy Winata bersama PT SAS itu, benar-benar terealisasi pada saat ini, maka sangat dimungkinkan Kalteng akan memiliki pertanian modern yang tentunya dapat memberikan manfaat bagi daerah."Hanya karena legalitas lahan saja, pengusaha nasional tersebut mengurungkan sementara keinginannya menanamkan investasi. Mudah-mudahan dengan kejelasan legalitas lahan kedepan akan mampu menarik pengusaha lainnya," terangnya.

Dijelaskannya, dalam upaya penanganan lahan pertanian di kawasan PLG, Distanak Kalteng terus memberikan bantuan kepada 8 ribu kepala keluarga (KK) yang pada umumnya bekerja sebagai petani."Dari 15 ribu KK transmigran ditempatkandi kawasan PLG itu hingga kini masih tersisa 8 ribu KK saja. Mereka ini tetap melakukan aktivitasnya sebagai petani. Dan Distanak Kalteng memberikan bantuan berupa benih, pupuk dan sarana pertanian lainnya," tegasnya.

Kemudian, sambung dia, selain warga transmigrasi, di kawasan lahan gambut juga ada 350 ribu penduduk. Mereka ini pada umumnya juga melakukan aktivitas sebagai petani dan berkebun karet, bahkan berusahatani ikan."Sama dengan warga transmigrasi yang menempati lahan gambut, warga sekitar PLG juga melakukan aktifitas sama sebagai petani," tandasnya. 

Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : ant
Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. ((HR. Al Bazzaar))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar