Sabtu, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Harga Kebutuhan Pokok Melambung, Rakyat Disuruh Berhemat

Rabu, 30 Juni 2010, 01:04 WIB
Komentar : 0
Andika Wahyu/Antara
Stokberas
Stokberas

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG--Di penghujung bulan Juni, tahun ini, warga Kota Semarang kembali dihadapkan dengan kenaikan harga sejumlah komoditas bahan kebutuhan pokok masyarakat. Selain sembilan bahan kebutuhan pokok, kenaikan harga juga berlaku untuk komoditas pelengkap kebutuhan primer lainnya, seperti daging, bawang merah maupun bawang putih, cabai serta berbagai jenis sayuran.

Menanggapi itu, Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, mengimbau warganya untuk berhemat dan efisien dalam mengelola kebutuhannya. Dia bisa memahami beban yang harus dipikul oleh rakyat terkait dengan kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok ini. Terutama dengan adanya rencana kenaikan tariff dasar listrik (TDL) per 1 Juli 2010.

Menurutnya, kenaikan TDL akan banyak mempengaruhi kelangsungan usaha kecil mikro di Jawa Tengah. Jika usaha mikro ini sampai berkurang, berarti akan ada banyak pekerja di sektor ini yang akan kehilangan mata pencahariannya. Jika mereka masih dihadapkan dengan harga kebutuhan pokok yang terus melambung, sudah pasti beban hidup yang akan ditanggung menjadi lebih berat.

''Karena itu, saya juga berinisiatif mengusulkan kepada pemerintah agar kenaikan TDL yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha mikro ini dilaksanakan sewajarnya saja dan jangan menambah beban rakyat,'' ujar Bibit. 

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang, kenaikan harga ini sangat variatif. Untuk komoditas tertentu, rata- rata kenaikan harga ini mencapai kisaran 30 persen dari harga sebelumnya. Wiyono (54), pedagang sembako di Pasar Bulu, Semarang menuturkan, hampir sebagian besar bahan pokok masyarakat mengalami lonjakan harga.

Untuk beras mutu biasa seperti mengalami kenaikan harga rata-rata Rp 200 hingga Rp 400 per kilogram. Beras jenis ini yang semula dijual Rp 5.000 per kilogram kini naik pada kisaran harga Rp 5.200 hingga Rp 5.300 per kilogram. Sementara untuk beras mutu sedang seperti C4 asal Delanggu dan Mentik Wangi dari Rp 6.200 rupiah per kilogram naik pada kisaran harga Rp 6.500-Rp 6.800 per kilogram.

''Sedangkan beras mutu utama seperti Bramo naik dari harga Rp 7.000 per kilogram dan C4 Super naik dari harga Rp 6.800 menjadi Rp 7.000 per kilogram,'' jelasnya.

Reporter : S Bowo Pribadi
Redaktur : Budi Raharjo
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...