JAKARTA--PT Jamsostek (persero) mengaku siap mengakusisi saham induk PT Bank Bukopin Tbk. Sejauh ini, proses akuisisi telah memasuki tahap finalisasi. Selepas Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepem-LK) dan pemegang saham mengeluarkan izin, maka saham Bukopin beralih ke tangan Jamsostek.
''Daripada mengakusisi anaknya, ya sudah dapatkan induknya saja. Sekarang ini sudah mendekati final. Tapi, kita minta persetujuan dari pemegang saham dulu,'' ungkap Direktur Utama Jamsostek, Hotbonar Sinaga, saat ditemui di kantornya, Kamis (11/3).
Namun, Hotbonar menegaskan Jamsostek tidak akan bertindak sebagai pemegang saham mayoritas di Bukopin. Ia hanya mengungkapkan kalau Jamsotek akan masuk ke Bukopin. ''Kami tidak akan jadi mayoritas. Kita juga belum bisa men-disclose karena Bukopin merupakan perusahaan terbuka. Jadi, kalau mau lakukan aksi korporasi harus melapor dan mendapatkan izin dari Bapepam-LK, jelasnya.
Menurut Hotbonar, banyak sekali pihak yang ingin memiliki Bukopin, baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk itu, lanjutnya, alangkah lebih baik Bukopin jatuh ke tangan badan usaha milik negara (BUMN) atau perusahaan pemerintah. ''Banyak yang mau masuk ke Bukopin, yakni bank pemerintah dan asing. Daripada (dimiliki) asing, mendingan salah satu dari BUMN atau perusahaan dalam negeri (yang memiliki Bukopin). Ini masih tahap kajian kami,'' tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan dengan diakusisinya Bukopin, maka akan memberikan nilai tambah bagi peserta Jamsostek. Selain itu, Hotbonar mengatakan adanya akusisi ini maka akan tercipta sinergi antara Jamsostek dan Bukopin. Dikabarkan Jamsostek telah menyiapkan dana sebesar Rp 300 miliar untuk membeli saham Bukopin. Bahkan, sekarang dana tersebut diperbesar lagi menjadi sekitar Rp 900 miliar. ''Ada dua alternatif kita masuk ke Bukopin. Pertama, yaitu lewat Jamsostek langsung. Sedangkan yang kedua melalui Jamsostek Investment Company (JIC),'' ungkapnya.