Operasi Pasar Tak Pengaruhi Harga Beras

Rabu, 10 Pebruari 2010 03:19 WIB

JAKARTA--Operasi Pasar (OP) yang beberapa kali dilakukan pemerintah daerah Jakarta Barat dianggap tak mempengaruhi harga beras di pasar. Pasalnya, setiap bulan selalu ada kenaikan. Seperti yang dikatakan Aliong, pedagang beras Pasar Puri Indah pada Selasa (9/2). “Operasi pasar gak pengaruh apa-apa. Buktinya harga beras tetap tinggi," ujarnya/

Aliong mengatakan, Senin lalu (8/2) harga beras naik lagi. Meski kenaikan hanya Rp100 saja, tetapi hal tersebut tetap dikeluhkan pedagang. “Masa naik terus,” kata Aliong.

Misalnya saja beras jenis Cianjur Kepala yang dulunya berkisar Rp8.000 menjadi Rp9.000. Harga beras jenis lain juga mengalami kenaikan. “Sekarang, yang paling murah harganya Rp6.500. Yang paling tinggi Rp9.000” ujar Aliong.

Begitu pula dengan Toko Beras Empat Sodara. David, penjual beras mengatakan, “Untuk beras jenis Rojolele 25 kg harganya 205 ribu”. Sedangkan, untuk beras ecer berkisar Rp8.000 hingga Rp9.500.

Kenaikan ini dikeluhkan pembeli. Ani, warga Pesanggrahan mengatakan bahwa kenaikan harga beras membuat ia harus lebih irit saat berbelanja. Jika biasanya ia membeli kisaran 25 liter, kali ini hanya 15 liter saja. “Ya mau gimana lagi, tetap harus beli beras,” katanya.

Hal tersebut ditegaskan Aling. “Harga beras naik atau tidak, ya pembeli tetap beli. Kan mereka butuh makan," pungkasnya.

Redaktur: Ririn Sjafriani


29 reads

Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda