Pasar Uang Indonesia Tanpa Regulator
Kamis, 03 Desember 2009 04:24 WIB
JAKARTA--Bank Indonesia (BI) menganggap ada kejanggalan yang terjadi dalam sektor keuangan di Indonesia, yakni masuknya Indonesia ke dalam capital market ternyata tidak mengakibatkan pasar uangnya berkembang dengan baik. "Yang lebih menarik lagi, pasar uang itu tak tau siapa regulatornya," kata Pjs Gubernur BI, Darmin Nasution saat mengisi acara diskusi dalam Investor summit and capital expo 2009 di Ballroom Ritz Carlton, Pacific Place, Rabu(2/12).
Menurutnya, dalam Undang-Undang pasar modal mengatakan bahwa pasar modal merupakan regulator untuk surat berharga dengan tenor satu tahun ke atas. Sementara yang masuk ke dalam pasar uang yakni surat berharga dengan tenor jangka pendek. Sementara BI, katanya, merupakan regulator bank bukan pasar uang. Jadi, menurutnya, harus ada perbaikan dalam hal ini.
Perbaikan yang dimaksud Darmin yakni mencarikan siapa regulator bagi pasar uang tersebut. "Karenanya, saya akan selesaikan secara adat dengan Pak Fuad (Kepala Bapepam LK)," kata Darmin berkelakar.
Penyelesaian secara adat tersebut, kata dia, maksudnya yakni jalan tengah untuk mencarikan regulator bagi pasar uang agar mengalami kemajuan yang signifikan. Bagaimanapun, ia menjelaskan, peran sektor keuangan perannya menurun dalam perekonomian Indonesia. "Kita bandingkan 2008-2009 semua sektor keuangan (perbankan, pasar modal) perannya menurun dalam perekonomian," kata Darmin. Namun BI memperkirakan pada 2009 ini pangsa di luar sektor keuangan akan meningkat diatas 70 persen. min/kpo
Menurutnya, dalam Undang-Undang pasar modal mengatakan bahwa pasar modal merupakan regulator untuk surat berharga dengan tenor satu tahun ke atas. Sementara yang masuk ke dalam pasar uang yakni surat berharga dengan tenor jangka pendek. Sementara BI, katanya, merupakan regulator bank bukan pasar uang. Jadi, menurutnya, harus ada perbaikan dalam hal ini.
Perbaikan yang dimaksud Darmin yakni mencarikan siapa regulator bagi pasar uang tersebut. "Karenanya, saya akan selesaikan secara adat dengan Pak Fuad (Kepala Bapepam LK)," kata Darmin berkelakar.
Penyelesaian secara adat tersebut, kata dia, maksudnya yakni jalan tengah untuk mencarikan regulator bagi pasar uang agar mengalami kemajuan yang signifikan. Bagaimanapun, ia menjelaskan, peran sektor keuangan perannya menurun dalam perekonomian Indonesia. "Kita bandingkan 2008-2009 semua sektor keuangan (perbankan, pasar modal) perannya menurun dalam perekonomian," kata Darmin. Namun BI memperkirakan pada 2009 ini pangsa di luar sektor keuangan akan meningkat diatas 70 persen. min/kpo
97 reads
Isi Komentar




