Selasa , 03 November 2009, 02:51 WIB

Pemerintah Siap Hadapi Kenaikan Harga Minyak

Red:
JAKARTA--Pemerintah mengklaim telah menyiapkan langkah-langkah khusus menghadapi kemungkinan naiknya harga minyak dunia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Darwin Zahedi Saleh menjelaskan salah satu langkah ialah berupaya meningkatkan sumur-sumur yang ada.

''Upaya lainnya adalah bahan bakar minyak (BBM) jangan menjadi satu-satunya andalan baik sebagai energi primer untuk listrik maupun konsumsi,'' kata Darwin kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/11).

Langkah ini kata Darwin sudah dikenal melalui kegiatan konservasi maupun diversifikasi energi. ''Baik dalam aspek suplainya maupun demandnya,'' kata dia.

Darwin memaparkan pada dasarnya dampak harga minyak dunia pada harga BBM dalam negeri terasa ketika Indonesia masih banyak mengimpor minyak. ''Untuk diketahui, impor minyak mentah dan ekspor minyak mentah lebih banyak ekspor minyak mentah,'' ujarnya.

Ekspor lebih banyak, berarti neraca perdagangan minyak mentah surplus. ''Yang jadi persoalan kemudian kita mengimpor BBM dan impor BBM ini berkaitan dengan tingkat produksi dan lifting BBM kita,'' kata Darwin.

Darwin mengatakan harga minyak berkaitan dengan konteks lebih luas. Ia menilai ada kecenderungan wajar harga minyak naik bila pertumbuhan ekonomi dunia ternyata lebih tinggi dari yang sebelumnya, atau tidak serendah dari yang dikhawatirkan sebelumnya.

Bila kondisi tersebut berpengaruh terhadap BBM dalam negeri, maka pembahasan, kata Darwin, dilakukan di tingkat Menko Perekonomian dibantu oleh Menteri Keuangan, Menteri ESDM dan yang lain.

Namun Darwin mengelak saat didesak tentang kemungkinan naiknya harga BBM tahun depan jika harga minyak terus merangkak naik. ''Kita tidak bisa sampaikan ketika saya belum memberikan masukan,'' kata dia.

Darwin menegaskan kekhawatiran itu tidak lantas membuat jajarannya bereaksi cepat. ''Reaksi yang tidak baik. Janganlah khawatir, kita akan melakukan langkah-langkah yang baik,'' tandas dia. cep/itz
TAG

Berita Terkait