Jumat, 6 Safar 1436 / 28 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Rendah, Konsumsi Coklat di Indonesia

Selasa, 14 Juli 2009, 22:43 WIB
Komentar : 0
JAKARTA--Meski Indonesia merupakan salah satu negara penghasil coklat terbesar di dunia. Bukan berarti diikuti pula dengan konsumsi coklat yang sepadan. Demikian dikatakan Juru Bicara Silverqueen, Director Sales Silverqueen, Ridwan C. Kidjo kepada Republika Online, Senin (13/7).

Menurut Ridwan, konsumsi coklat memang tergantung sekali dengan kebiasaan. Indonesia dikatakan dia tergolong rendah  untuk kebiasaan mengkonsumsi coklat di dunia. "Di Eropa saja, konsumsi coklat bisa mencapai 1 kg perkapita pertahun. Sedangkan Indonesia hanya mencapai 300 gr perkapita pertahun," ujarnya.

Tak hanya kebiasaan, faktor lain yang turut mempengaruhi kecilnya konsumsi coklat yakni sedikitnya produksi coklat dalam negeri. Dikatakan Susanto, 95 % dari hasil olahan biji kakao berada di luar negeri namun dia tidak menyebutkan secara detail berapa jumlah produksi coklat.

Selain itu, menurut dia, faktor lain yang tak kalah penting.  Produsen yang bermain di pasar coklat tidaklah banyak. Sehingga hal itu yang kemudian menjadi faktor utama yang mempengaruhi konsumsi coklat di tanah air. "Pemain coklat itu tidak banyak, untuk  coklat batangan saja Silverqueen bisa menguasai 50 % dan campuran 30 % dari pasar. Sisanya campuran merk impor dan lokal yang tak lebih dari dua digit," kata dia.

Patung Kingkong

Sebagai upaya untuk lebih mengedukasi coklat sebagai komoditas yang menyehatkan. Silverqueen lantas membuat program akhir liburan yang diberi tajuk "Silverqueen Mempersembahkan Cokelat King Kong".  Upaya lantas terwujud pada keberadaan patung yang terbuat dari resin coklat berukuran 5 meter yang bertengger di Atrium Pasific Palace, Jakarta.

"Kenapa  King kong, selain kami mencoba menjadikan patung King Kong sebagai daya tarik pengunjung,  makna king kong bisa dianalogikan dengan nilai penjualan Silverqueen lebih dari coklat-coklat lainnya," kata dia. Dikatakan Susanto, untuk menghadirkan patung kingkong, pihak Silverqueen menghabiskan 18000 batang coklat Silverqueen 68g dan 8500 batang coklat Chungky Bar.

Tak hanya sisi daya tarik dan penjualan, pihak Silverqueen coba  mengedukasi dengan hal-hal menarik melalui permainan-permainan yang berada pada boot-boot Silverqueen yang berada di Atrium hingga lantai 4 Mall Pacific Palace. Jadi, kata dia selain berkunjung, masyarakat bisa menggali lebih jauh informasi mengenai coklat."Informasi-informasi yang disajikan merupakan hasil riset dari universitas terkemuka, organisasi kesehatan masyarakat dan asosiasi medis di seluruh dunia," kata dia.

Pameran patung telah dimulai dari 1 Juli lalu dan akn berakhir 31 Juli mendatang . Untuk melihat patung King Kong yang terbuat coklat, pengunjung tak perlu khawatir harus bayar karena pameran bisa dinikmati secara gratis. (cr2/rin)
Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar.((HR Al Hakim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menteri Susi akan Mundur Jika Hal Ini tak Disetujui
JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memiliki cerita tersendiri selama satu bulan masa kerjanya. Menurutnya kabinet kerja memiliki kesolidan yang luar...