Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mentan: Banjir Belum Ganggu Produksi Padi

Rabu, 04 Februari 2009, 11:19 WIB
Komentar : 0
JAKARTA--Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriyantono menyatakan peristiwa bencana alam banjir serta gagal panen atau disebut puso, yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia akhir-akhir ini, belum mengganggu produksi padi secara nasional di tahun 2009 ini. Menurutnya, luas areal lahan padi yang terendam padi, hanya sedikit jika dibanding luas lahan persawahan seluruhnya.   Meski demikian, Mentan Anton menyatakan keprihatinannya terhadap petani yang padinya terendam banjir maupun terkena puso. ''Pengaruhnya (bencana alam) hanya sedikit, kan lahan areal persawahan luas sekali. Tapi, tentu saya beserta jajaran ikut prihatin pada petani,'' ujar mentan, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/2).   Kendati banyak areal persawahan yang terendam banjir, Deptan tetap optimis target produksi padi tahun 2009 sebesar 63,3 juta Gabah Kering Giling (GKG) bisa tercapai.   Laporan Deptan pertengahan bulan Januari kemarin, bencana alam banjir menerpa di 19 propinsi tetapi banjir besar yang melanda areal persawahan terjadi di tujuh propinsi. Tujuh propinsi yang terkena banjir terluas adalah Kalimantan Barat (Kalbar), Jawa Barat (Jabar), Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Banten, Jawa Tengah (Jateng), Lampung dan Sumatera Utara (Sumut).   Luas banjir pada tanaman padi tahun Oktober 2008 sampai Januari 2009 mencapai seluas 78.920 hektare (Ha)sedangkan puso 8.030 Ha. Menurut laporan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian (Deptan), disebutkan sekitar 95 ribu hektare sawah terkena banjir sepanjang bulan Januari 2009 kemarin. Sekitar 8.000 hektare di antaranya adalah tanaman padi yang gagal panen. Luasan areal persawahan yang terkena banjir dan puso tersebut lebih rendah jika dibandingkan periode tahun 2007-2008 dan rerata 5 musim hujan pada periode yang sama.   Catatan Deptan menyebutkan, luas banjir selama tahun 2008 mencapai luas 274.476 hektare, kemudian lahan yang terkena puso seluas 78.766 hektare. Kalau didata, areal sawah yang terkena bencana itu lebih rendah bila dibanding tahun 2007, tetapi lebih tinggi apabila dibanding dengan rata-rata 5 tahun selama periode yang sama.   Sedangkan luas kekeringan pada tahun 2008/2009 dari Oktober 2008 sampai Januari 2009 mencapai luas lahan 6.791 hektar, kemudian areal sawah yang terkena puso seluas 119 hektar atau lebih rendah dibanding luas areal sawah pada periode tanam 2006/2007. zak/pt
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...