Industri Keuangan Syariah Perlu Insentif Tambahan

Kamis, 02 September 2010, 01:18 WIB
Industri Keuangan Syariah Perlu Insentif Tambahan
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Industri keuangan syariah Indonesia telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kendati demikian pangsa pasar industri tersebut rata-rata berada di bawah 10 persen. Untuk mendorong industri keuangan syariah pun masih perlu dukungan seluruh pihak.

Direktur Globe Media Group, Primus Dorimulu, menuturkan setidaknya terdapat sejumlah hal yang dapat dilakukan untuk mendorong industri keuangan syariah Tanah Air. Hal pertama adalah dengan mengonversi dana pemerintah ke bank syariah. ''Selain itu juga perlu lembaga besar yang dimiliki pemerintah untuk beroperasi secara syariah, sehingga penetrasi pasar bisa besar,'' katanya dalam Best Syariah 2010 di Graha Niaga.

Industri keuangan syariah pun, lanjutnya, perlu lebih banyak variasi akad sehingga bisa lebih beragam. Sosialisasi juga perlu terus dilakukan sesuai kalangan dan tingkatan masyarakat. Di lain pihak, untuk meningkatkan layanan kepada nasabah, Primus menuturkan industri keuangan syariah perlu upaya menambah jumlah SDM. Oleh karena itu, hal tersebut perlu dukungan perguruan tinggi yang membuka jurusan ekonomi syariah.

Di satu sisi, ujar Primus, BUMN dan perusahaan juga perlu didorong untuk menerbitkan sukuk. ''Untuk membiayai kebutuhan multifinance juga perlu lebih banyak sumber dana,'' cetusnya.

Redaktur: Budi Raharjo
Reporter: Yogie Respati
Mencintai Saudara Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...