PM Malaysia Usulkan Clean Energy Development Bank

Kamis, 20 Mei 2010, 04:52 WIB
PM Malaysia Usulkan Clean Energy Development Bank
Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Abdul Razak

REPUBLIKA.CO.ID,KUALA LUMPUR--Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Abdul Razak mengusulkan pembentukan Clean Energy Development Bank. Bank tersebut bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan industri ramah lingkungan di negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI).

''Penggunaan energi yang bersih sedang dilaksanakan oleh pemerintah di banyak negara. Keamanan pasokan energi menjadi prioritas bagi negara-negara dengan sedikit sumber daya hidrokarbon, karena itu ada potensi besar untuk pengembangan sumber energi alternatif. Saya berharap usul ini dapat dibahas dalam sesi tentang perubahan iklim,'' kata Najib saat bicara di World Islamic Economic Forum (WIEF) di Kuala Lumpur Convention Center, Rabu (19/5), sebagaimana dikutip laman Bernama.

Ia menuturkan keamanan energi telah menjadi isu penting karena itu agenda hijau pun harus masuk dalam pembuatan kebijakan negara. Najib tak menampik saat ini anggota WIEF agak terlambat merespon hal tersebut. ''Kita perlu berbuat lebih banyak untuk mengembangkan sumber energi alternatif dengan menekankan pada persyaratan untuk tumbuh dan mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut,'' cetusnya.

Menurut Najib, kolaborasi antar pemerintah pun diperlukan untuk membuat kebijakan dan mengawali program pilihan energi terbarukan, seperti biofuel. Hal lainnya yang perlu dilakukan untuk menciptakan ekonomi yang kuat, adil dan berkelanjutan adalah dengan memperkuat pengembangan sumber daya manusia, terutama melalui pendidikan dan pelatihan. ''Tidak ada negara Muslim yang dapat menjadi pemimpin dalam berbagai bidang tanpa berinvestasi kepada pendidikan,'' jelasnya.

Redaktur: Budi Raharjo
Reporter: Yogie Respati
'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku pernah memberi wewangian Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam untuk ihramnya sebelum berihram dan untuk tahallul-nya sebelum melakukan thawaf di Ka'bah. Muttafaq Alaihi.(HR Muslim)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...