Wakala Induk Nusantara Sosialisasikan Dinar-Dirham untuk Transaksi

Sunday, 18 April 2010, 23:56 WIB
Wakala Induk Nusantara Sosialisasikan Dinar-Dirham untuk Transaksi
Dinar dan Dirham
Berita Terkait

DEPOK--Penggunaan dinar-dirham di masyarakat terus disosialisasikan dengan gencar. Hal tersebut tak hanya dengan sekedar mengenalkan dinar-dirham di masyarakat, namun juga bagaimana menggunakan dalam transaksi perdagangan.

Dalam rangka menyosialisasikan penggunaan dinar di tengah masyarakat, Wakala Induk Nusantara pun mengadakan Festival Hari Pasaran, dimana transaksi jual beli dilakukan menggunakan dinar, dirham dan daniq.  “Kita ingin setidaknya masyarakat dapat mulai mengenal dinar-dirham dan beralih memakainya," kata direktur utama Wakala Induk Nusantara,  Zaim, disela Festival Hari Pasaran Wakala Induk Nusantara, Ahad (18/4)

Menurut Zaim, dengan dinar-dirham ini ekonomi akan kuat dan tidak akan terjadi krisis ekonomi. "Sebab nilainya stabil. Dengan dinar-dirham ini dapat mengembalikan syariah Islam dan dengan syariah Islam ini mengembalikan ke masyarakat yang makmur,” paparnya

Nilai dinar terhadap mata uang seperti dolar pun terus mengalami kenaikan. Zaim menjelaskan pada 2000 satu dinar bernilai 37 dolar AS. Namun, di tahun ini satu dinar memiliki nilai 150 dolar AS. Hal tersebut dikarenakan nilai dolar yang yang terus turun terhadap dinar. Nilai dinar pun mengalami kenaikan 22 persen per tahun.

Ia menambahkan salah satu untuk memasyarakatkan penggunaan dinar-dirham dalam transaksi perdagangan adalah dengan Jawara (Jaringan Wirausahawan Pengguna Dinar-Dirham Nusantara), dimana para pedagang tersebut menerima dinar-dirham untuk transaksi. Setidaknya kini terdapat sekitar 300 pedagang di Jabodetabek yang tergabung dalam Jawara.

“Targetnya kita ingin sebanyak mungkin pedagang menggunakan dinar-dirham dalam transaksinya,” ujar Zaim. Untuk mendukung Jawara, lanjut dia, pihaknya akan membuat buku direktori seperti yellow pages sehingga masyarakat dapat mengetahui toko-toko yang menerima dinar-dirham.

Wakala Induk Nusantara berpusat di Depok. Selain di Depok juga terdapat 75 Wakala yang dikelola secara independen tersebar di sejumlah kota di Indonesia. Setidaknya terdapat 25 Wakala di Jabodetabek, sisanya tersebar di Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan, Bandar Lampung, Tanjung Pinang, Balikpapan dan Bontang.

Walikota Depok, Nurmahmudi Ismail pun menyambut positif upaya pengenalan dinar-dirham kepada masyarakat dan penggunaannya dalam transaksi perdagangan. “Nilai dinar-dirham ini relatif stabil terhadap barang yang diperjualbelikan. Dinar pun tepat menjadi rujukan sistem moneter Indonesia,” kata Nurmahmudi. Dinar-dirham pun, lanjutnya, merupakan prospek ekonomi alternatif yang baik.

Selain itu, tambah dia, dinar-dirham pun memiliki manfaat untuk simpanan dan transaksi. “Dinar-dirham ini akan semakin berkembang apabila banyak produsen jadi pedagang dan pedagang ini memakai dinar-dirham untuk bertransaksi,” kata Nurmahmudi. Ia pun berharap ke depan terdapat komplek pertokoan yang menjadi pilot project dalam penggunaan dinar-dirham.

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Yogie Respati
Dari Utsman Ibnu Affan Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Orang yang sedang berihram tidak diperbolehkan menikah, menikahkan, dan melamar."(HR Muslim)
abamz, Wednesday, 29 September 2010, 05:29

saya sngat antusias sekali dngan adanya dinar ,dirham. smga nntnya bnyak d gnakan d negara kita......

Balas
Muhammad Endang Komarudin, Thursday, 22 April 2010, 18:00

Saatnya untuk meninggalkan perdebatan AYO pergunakan Dinar & Dirham ... laksanakan amalan yg telah dicontohkan Baginda Nabi, maka kehidupan akhirat sukses apalagi kehidupan duniawinya ... Bukankah Nabi adalah suri tauladan terbaik???

Balas
Riki Rokhman Azis, Tuesday, 20 April 2010, 17:33

Menguji Kemakmuran dan Kesulitan justru ada urusan dengan Dinar Dirham, Selama pakai sistem riba mah yang ada kesulitan terus karena inflasi tiada henti

Balas
syawaril.nuris, Monday, 19 April 2010, 18:42

Tdk kah kita yakin kepada petunjuk Allah bahwa Allah akan menguji dengan kemakmuran dan kesulitan hidup ? Kemakmuran dan kesulitan tdk ada urusan dg dinar dan dirham. Allah menguji dengan kemakmuran dan kesulitan, siapa yang bersyukur dan sabar. Hasil akhir muslim adalah syukur dapat nikmat dan sabar dlm kesulitan.

Balas
ANSORI, Monday, 19 April 2010, 18:35

Pak Ali Zuhdi,......ini saya punya link untuk beli mata uang Islami: http://wakalanusantara.com/wakalaAlamat.php

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...