Pembiayaan BRI Syariah Naik Rp1,5 Triliun

Kamis, 31 Desember 2009 02:34 WIB
JAKARTA--Pembiayaan BRI Syariah mengalami pertumbuhan cukup signifikan di tahun pertamanya. Dalam delapan bulan terakhir pembiayaan BRI Syariah naik Rp1,5 triliun.

“Alhamdulillah, pembiayaan kita bisa tumbuh cukup baik di tahun pertama ini dengan total pembiayaan saat ini mencapai sekitar Rp2,6 triliun,” kata Ari Poerwandono, Direktur Bisnis BRI Syariah, kepada Republika, Selasa sore (29/12). Dari total pembiayaan tersebut sektor komersial memiliki porsi terbesar, yaitu Rp sebanyak Rp800 miliar. Pembiayaan lainnya berasal dari sektor konsumer sebesar Rp500 miliar, usaha kecil dan menengah Rp 400 miliar, program kemitraan Rp600 miliar dan mikro Rp300 miliar.

Ari menambahkan di tahun mendatang pihaknya akan meningkatkan porsi mikro, walau belum terlalu banyak. “Untuk mikro kita akan mulai tingkatkan di tahun depan, meski porsinya belum akan terlampau banyak karena infrastruktur yang kita siapkan sekarang juga baru jalan di tahun depan,” ujar Ari. Pada 2010 BRI Syariah menargetkan porsi pembiayaan mikro sebanyak 10 persen, ritel usaha kecil dan menengah 10 persen, konsumer 20 persen, sektor komersial 30 persen dan program kemitraan 30 persen.

Selain menyalurkan pembiayaan mikro secara langsung, pembiayaan BRI Syariah ke sektor mikro adalah melalui kemitraan (channeling) dengan sejumlah lembaga keuanga syariah lainnya, seperti Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, Baitul Maal wat Tamwil, perusahaan pembiayaan syariah, maupun lembaga koperasi lainnya. Ari mengungkapkan eksposure pembiayaan melalui program kemitraan di tahun ini sebesar Rp500 miliar. “Pada tahun depan kemitraan harus naik menjadi Rp1,2 triliun,” kata Ari. Karena itu pihaknya pun akan semakin memperluas kerjasama dengan lembaga keuangan syariah lainnya.

Pada tahun ini, BRI Syariah tercatat memiliki total jaringan 77 kantor dengan rincian, 51 kantor cabang pembantu dan 26 kantor cabang. Jaringan kantor yang baru dibuka, lanjut Ari, adalah tiga kantor cabang BRI Syariah di Yogyakarta pada 30 Oktober lalu. “Untuk kantor cabang BRI Syariah juga akan terus kita optimalkan, termasuk unit layanan gadai syariah yang akan ditambah menjadi 50 unit di tahun depan,” tandas Ari. Tercatat saat ini BRI Syariah telah memiliki aset Rp 3 triliun. BRI Syariah memulai operasinya sebagai bank umum syariah di akhir 2008 silam. BRI Syariah merupakan hasil konversi dari Bank Jasa Artha. gie/taq
Redaktur:


127 reads

Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda