Bank Muamalat Jalin Kerjasama Pengembangan Instrumen Pasar Uang

Selasa, 29 Desember 2009 01:43 WIB
JAKARTA--Bank Muamalat menjalin kerjasama dengan sejumlah lembaga keuangan syariah Malaysia dan Brunei untuk pengembangan instrumen pasar uang syariah. Direktur Treasury dan International Banking Bank Muamalat, Farouk A Alwyni, mengatakan kerjasama yang diselenggarakan oleh asosiasi bank syariah Malaysia tersebut berupa wakalah signing ceremony.

Farouk menambahkan dengan wakalah signing yang diadakan pada akhir November lalu, lembaga keuangan syariah yang tercakup dalam kerjasama tersebut mau mencoba mempunyai standard guide wakalah contract untuk menghimpun dana dari instrumen pasar uang syariah. “ Persoalannya di Indonesia untuk pasar uang syariah belum berkembang. Kita memang ada SIMA (simpanan mudharabah antar bank) tetapi kalau untuk dolar AS tidak ada, karena itu kita buka jaringan ke Malaysia dulu,” kata Farouk.

Kerjasama tersebut pun, lanjutnya, akan lebih dikonkritkan lagi. Pihaknya pun tak menutup kemungkinan ke depannya akan kerjasama dengan bank syariah lain dan mengembangkannya dengan negara-negara Teluk. Dalam wakalah signing tersebut, kata Farouk, terdapat setidaknya 17 lembaga keuangan syariah asal Malaysia dan Brunei yang turut serta. Bank Muamalat menjadi satu-satunya bank syariah asal Indonesia yang ikut serta. Farouk mengungkapkan bank syariah lain yang menandatangani kesepakatan tersebut adalah Maybank Islamic dan CIMB Islamic.

Berdasar data publikasi BI per Oktober 2009, volume transaksi pasar uang antar bank syariah yang memiliki porsi terbesar adalah berjangka waktu satu hari dengan jumlah Rp 839 miliar. Diikuti oleh yang berjangka waktu 8-26 hari sebanyak Rp 758 miliar, lebih dari 30 hari Rp 420 miliar, 7 hari Rp 293 miliar, 2-6 hari Rp 163 miliar, dan 27-30 hari Rp 6 miliar. gie/taq
Redaktur:


61 reads

Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda