JAKARTA-–Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Harta Insan Karimah (BPRS HIK) menargetkan perolehan laba Rp 2,5 miliar di tahun depan. Per November 2009 BPRS HIK membukukan laba Rp 1,6 miliar.
Direktur Utama BPRS HIK, Okta Prawisma Yepri mengatakan hingga akhir tahun ini BPRS HIK menargetkan laba mencapai Rp 1,8 miliar. “Untuk mencapai target laba di 2009 dan di tahun depan kita akan terus mengoptimalkan jaringan kantor yang ada, memperbanyak promosi dan membidik captive market seperti alumni Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Gadjah Mada yang memprakarsai pendirian BPRS HIK,” kata Yepri kepada Republika, Senin (14/12).
Untuk di 2010 BPRS HIK juga akan memperbesar porsi pembiayaan berprinsip bagi hasil seperti mudharabah dan musyarakah. Saat ini porsi pembiayaan mudharabah dan musyarakah sebesar 30 persen dari total pembiayaan per November yang sebesar Rp 30,6 miliar. “Untuk di 2010 porsi pembiayaan berprinsip berbagi hasil akan diperbesar setidaknya 40 persen,” kata Yepri.
Pembiayaan BPRS HIK sebagian besar disalurkan ke sektor perdagangan sebanyak 65,89 persen, konstruksi 17,81 persen dan jasa 16,30 persen. Rata-rata penyaluran pembiayaan setiap bulannya adalah sebesar Rp 2,5 miliar. Per November tercatat jumlah nasabah pembiayaan BPRS HIK sebanyak 2083 orang dengan rata-rata pembiayaan dibawah Rp 50 juta per nasabah.
Hingga akhir 2009 BPRS HIK sendiri menargetkan pembiayaan Rp 32 miliar, sementara pencapaian di November sebesar Rp 30,6 miliar. Yepri mengutarakan walau cukup sulit mencapai target pembiayaan yang ditetapkan di rencana kerja, pihaknya akan tetap menyalurkan ke sektor riil. Dari total penyaluran pembiayaan per November Rp 12 miliar diantaranya berasal dari linkage program dengan hampir dari seluruh bank dan unit usaha syariah. Di tahun ini BPRS HIK menyalurkan pembiayaan dengan lebih berhati-hati. Namun melihat kondisi tahun depan yang mulai membaik BPRS HIK menargetkan pembiayaan sebesar Rp 48 miliar.
Sementara untuk dana pihak ketiga BPRS HIK per November terhimpun Rp 21,3 miliar dari target Rp 22 miliar hingga akhir tahun ini. Aset BPRS HIK tercatat Rp 39,8 miliar dari target Rp 42 miliar di tahun ini. Di 2010 BPRS HIK menargetkan aset Rp 58 miliar dan DPK Rp 30 miliar. gie/kpo