Takaful Umum Siapkan Bundling Baru Produk Bancassurance
Senin, 30 November 2009 01:34 WIB
JAKARTA--Asuransi Takaful Umum mempersiapkan bundling produk bancassurance baru untuk asuransi pembiayaan di tahun depan. Hal tersebut dilakukan untuk dapat mendongkrak kontribusi premi dari bancassurance yang turun di tahun ini.
Direktur Utama Asuransi Takaful Umum, Dadang Sukresna, mengatakan pertumbuhan kontribusi premi dari bancassurance di tahun ini memang mengalami pertumbuhan minus dibanding tahun lalu. Ia menuturkan di tahun lalu agen dan bancassurance menyumbang sekitar 80 persen, dimana rata-rata bancassurance 30 persen, namun di tahun ini kontribusinya turun menjadi 10 persen. “Satu-satunya yang turun dari bancassurance karena bisnisnya memang lagi turun dan ada produk bank yang tidak kita jalankan, seperti surety bond,” kata Dadang, akhir pekan lalu. Krisis ekonomi global yang menghantam di akhir 2008, tambahnya, berdampak pada bisnis perbankan di pertengahan tahun ini. Untuk pemasaran produk bancassurance, Asuransi Takaful Umum bekerjasama dengan seluruh bank syariah di Indonesia.
Di kuartal III tahun ini premi, Asuransi Takaful Umum mencapai Rp 167 miliar. Berdasar dari sumber perolehan premi, broker memiliki porsi terbesar dengan 41 persen, sementara agen 31 persen, direct business (pelayanan bisnis langsung) 16 persen, dan bancassurance 10 persen. “Di masa mendatang kontribusi agen, broker dan bank kita ingin seimbang di kisaran 30 persen. Mungkin yang kita tidak harap pertumbuhan terlalu signifikan adalah dari direct business karena cukup sulit untuk mendapatkan bisnis langsung,” kata Dadang. Untuk kontribusi premi dari produk Asuransi Takaful Umum yang terbesar di kuartal III 2009 adalah asuransi kebakaran sebesar 47 persen, asuransi kendaraan bermotor 25 persen, asuransi Aneka (kecelakaan diri, all risk, alat berat) sebesar 14 persen, dan produk lainnya seperti takaful rekayasa (mesin, peralatan elektronik dan konstruksi), pengangkutan dan rangka kapal antara 4 persen-6 persen.
Di kuartal III 2009 Asuransi Takaful Umum memiliki risk based capital (RBC) sebesar 144 persen. Hingga akhir tahun ini diharapkan RBC dapat mencapai 150 persen. gie/taq
Direktur Utama Asuransi Takaful Umum, Dadang Sukresna, mengatakan pertumbuhan kontribusi premi dari bancassurance di tahun ini memang mengalami pertumbuhan minus dibanding tahun lalu. Ia menuturkan di tahun lalu agen dan bancassurance menyumbang sekitar 80 persen, dimana rata-rata bancassurance 30 persen, namun di tahun ini kontribusinya turun menjadi 10 persen. “Satu-satunya yang turun dari bancassurance karena bisnisnya memang lagi turun dan ada produk bank yang tidak kita jalankan, seperti surety bond,” kata Dadang, akhir pekan lalu. Krisis ekonomi global yang menghantam di akhir 2008, tambahnya, berdampak pada bisnis perbankan di pertengahan tahun ini. Untuk pemasaran produk bancassurance, Asuransi Takaful Umum bekerjasama dengan seluruh bank syariah di Indonesia.
Di kuartal III tahun ini premi, Asuransi Takaful Umum mencapai Rp 167 miliar. Berdasar dari sumber perolehan premi, broker memiliki porsi terbesar dengan 41 persen, sementara agen 31 persen, direct business (pelayanan bisnis langsung) 16 persen, dan bancassurance 10 persen. “Di masa mendatang kontribusi agen, broker dan bank kita ingin seimbang di kisaran 30 persen. Mungkin yang kita tidak harap pertumbuhan terlalu signifikan adalah dari direct business karena cukup sulit untuk mendapatkan bisnis langsung,” kata Dadang. Untuk kontribusi premi dari produk Asuransi Takaful Umum yang terbesar di kuartal III 2009 adalah asuransi kebakaran sebesar 47 persen, asuransi kendaraan bermotor 25 persen, asuransi Aneka (kecelakaan diri, all risk, alat berat) sebesar 14 persen, dan produk lainnya seperti takaful rekayasa (mesin, peralatan elektronik dan konstruksi), pengangkutan dan rangka kapal antara 4 persen-6 persen.
Di kuartal III 2009 Asuransi Takaful Umum memiliki risk based capital (RBC) sebesar 144 persen. Hingga akhir tahun ini diharapkan RBC dapat mencapai 150 persen. gie/taq
141 reads
Isi Komentar




