Senin , 23 Oktober 2017, 14:47 WIB

Pusat Logistik Berikat Ekspor 75 Ton Timah

Red: Gita Amanda
Bea Cukai
Pusat logistik berikat pertama di Pangkalpinang lakukan ekspor 75 ton timah.
Pusat logistik berikat pertama di Pangkalpinang lakukan ekspor 75 ton timah.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalpinang, Muhammad Nasrul Fatah meresmikan Pusat Logistik Berikat (PLB) pertama di Pangkalpinang pada Rabu (18/10). Dirinya mengungkapkan dengan diresmikannya PT ICDX Logistik Berikat di Pulau Bangka dapat memajukan perekonomian di daerah tersebut. Tak hanya itu, tujuan lain didirikannya PLB adalah untuk menekan biaya logistik yang saat ini masih dirasa tinggi.

Untuk mengawali kegiatan operasinya sebagai PLB, PT ICDX Logistik Berikat mengekspor 75 ton timah. “Ekspor perdana dari PLB PT ICDX Logistik Berikat ini merupakan langkah awal untuk menjadikan Indonesia pusat kegiatan ekonomi timah yang sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi,” ujar Nasrul Fatah.

Dirinya menambahkan fasilitas PLB dianggap berhasil dan beberapa PLB sudah berjalan di Pulau Jawa. Di Pulau Bangka ini adalah PLB ekspor yang bertujuan mendukung kegiatan ekspor khususnya timah.

“Seperti kita ketahui, selama ini kita menguasai sumber daya alam timah di Bangka tetapi tidak bisa mengontrol penjualan timah. Kontrol penjualan timah ada di Singapura dan London. Dengan adanya PLB di Pulau Bangka Pemerintah mempunyai mimpi besar untuk memindahkan timah yang selama ini ditimbun di Singapura ke Indonesia. Harapannya semua timah yang akan diekspor ditimbun di Pulau Bangka, tidak lagi di Singapura. Dengan demikian Indonesia sebagai negara yang menguasai sumber daya alam timah bisa mengontrol sepenuhnya harga timah dunia,” ujar Nasrul.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama WINS Grup, Edwin Salim mengungkapkan dirinya turut mengapresiasi pendirian PLB di Pangkalpinang. “Saya dulu kerja di Singapura. Saya melihat kenapa di Singapura menumpuk barang-barang Indonesia semua. Kenapa tidak kita sendiri yang menumpuk? Padahal kita yang produksi? Alhamdulillah, apa yang saya mimpikan itu terwujud dengan adanya PLB,” ujarnya.

Edwin menambahkan ekspor perdana ini merupakan suatu kebanggaan bersama karena sudah sejak lama diimpikan. "Kami berharap dapat berjalan dengan baik, lancar, dan terjalin kerja sama yang baik antar instansi. Jika ada kekurangan agar menjadi pelajaran untuk perbaikan kedepan agar lebih baik. Terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh bea dan cukai selama ini," katanya.