Kamis , 12 Oktober 2017, 18:26 WIB

Ekspansi Pusat Logistik Berikat Dukung E-Commerce Indonesia

Red: Gita Amanda
Bea Cukai
Bea cukai menggelar forum diskusi terkait fasilitas-fasilitas yang telah diberikan kepada industri untuk mengakomodir percepatan arus logistik.
Bea cukai menggelar forum diskusi terkait fasilitas-fasilitas yang telah diberikan kepada industri untuk mengakomodir percepatan arus logistik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam rangkaian Jakarta International Logistics Summit and Expo (JILSE) 2017, Bea Cukai mengadakan serangkaian forum diskusi terkait fasilitas-fasilitas yang telah diberikan kepada industri untuk mengakomodir percepatan arus logistik. Terlebih lagi, di era perdagangan elektronik (e-commerce) saat ini, ketersediaan dan kecepatan pengiriman barang merupakan suatu hal yang harus dikedepankan.

Salah satu solusi yang ditawarkan oleh Bea Cukai untuk mengakomodir hal tersebut adalah pemberian fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) yang merupakan bagian dari paket kebijakan pemerintah untuk mendongkrak percepatan arus logistik.

Setelah lebih dari satu tahun berjalan, PLB telah banyak menciptakan efisiensi dan menimbulkan manfaat. Kendati demikian, dirasa perlu bagi PLB untuk dapat mengekspansi perannya dalam dunia perdagangan digital. Untuk itu, dalam sesi konferensi ketiga di hari kedua penyelenggaraan JILSE 2017, Bea Cukai juga membahas peran PLB dengan tema Ekspansi PLB Mengantisipasi Pertumbuhan Industri dan Perkembangan Perdagangan di Era Digital.
 
Deputi Bidang Perniagaan Bidang Industri, Kemenko Perekonomian, Edy Putra Irawady menyatakan bahwa PLB dapat diberdayakan untuk mendukung geliat e-commerce di Indonesia. “Saat ini era digital, perdaganganpun serba cepat. PLB dapat digunakan sebagai hub industri, ke depannya diharapkan pemanfaatan PLB tidak hanya terbatas pada baran produksi tapi juga konsumsi. Saya rasa jika dikelola dengan baik, PLB dapat jadi ujung tombak perbaikan sistem logistik nasional,” ujar Edy.
 
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Perkumpulan PLB Indonesia, Etty Puspitasari mengungkapkan hal senada terkait pemanfaatan PLB. “Efisiensi dan percepatan proses bisnis sudah banyak dirasakan industri dengan hadirnya PLB, namun masih dirasa perlu untuk penyeragaman kemudahan perizinan antar kementerian atau lembaga,” ungkap Etty.
 
Menanggapai upaya ekspansi PLB dalam mengantisipasi pertumbuhan e-commerce, Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas dan Kinerja Organisasi, Ambang Priyonggo menyatakan bahwa Bea Cukai tengah mengupayakan agar PLB dapat terus memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk kemajuan industri dalam negeri. “Saat ini kami tengah mengupayakan agar PLB dapat dimanfaatkan untuk mengakomodir pertumbuhan e-commerce. Kami akan kaji pemanfaatan fasilitas ini. Nantinya diharapkan dengan pemberian fasilitas PLB, dapat meningkatkan trust dan partnership antara pemerintah dan industri,” pungkas Ambang.