Senin , 18 September 2017, 14:06 WIB

Bea Cukai Kupang Gagalkan Pengiriman Patung Dilindungi

Red: Dwi Murdaningsih
Dok Humas Bea Cukai
Kapal patroli Bea Cukai (ilustrasi)
Kapal patroli Bea Cukai (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Kantor Bea dan Cukai Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur menggagalkan pengiriman dua buah patung perunggu yang hendak dikirim ke Singapura karena merupakan jenis barang yang dilindungi negara. Patung perunggu ini termasuk dalam barang cagar budaya sesuai peraturan Undang-Undang Nomor 11 tentang Cagar Budaya.

Kepala Kantor Bea dan Cukai M Budi menjelaskan patung perunggu itu hendak dikirm seorang warga berinisial IB dengan alamat pengirim dari Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat pada 11 September 2017. Patung berwujud pasangan laki-laki dan perempuan dengan tinggi sekitar 50 cm itu, lanjutnya, hendak dikirim kepada seorang penerima berinsial EM yang beralamat di Singapura.

Patung perunggu itu diketahui ketika petugas melakukan pemeriksaan fisik melalui alat X-Ray sehingga langsung kami amankan, katanya. Budi menjelaskan ketika diketahui bahwa patung tersebut dilindungi Undang-Undang pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi setempat.

"Dinas terkait langsung merespon dengan meninjau langsung dan diketahui bahwa patung perunggu ini merupakan barang cagar budaya yang dilindungi Negara," katanya.

Selanjutnya, patung perunggu itu telah diserahkan pada Senin (18/9) hari ini ke pihak Dinas Kebudayaan NTT untuk diamankan. Ia mengatakan Bea dan Cukai hanya berwenang melakukan penyitaan barang-barang terlindung, sementara tindak lanjutnya dilakukan instansi yang berwenang.

"Nanti yang telusuri siapa pelaku pengiriman, modus pengiriman dan lainnya itu menjadi wewenang pihak dinas terkait yang berkoordinasi dengan Kepolisian," katanya.

Ia menambahkan sesuai UU tentang Cagar Budaya, pelaku pengiriman benda cagar bisa terancam dipidana paling singkat 6 bulan dan paling lama 10 tahun dengan denda paling sedikit Rp 200 juta hingga Rp 1,5 miliar.

Sumber : antara