Senin , 07 Agustus 2017, 12:09 WIB

Apindo Dukung Bea Cukai Tertibkan Impor Berisiko Tinggi

Red: Dwi Murdaningsih
bea cukai
Petugas Bea Cukai memeriksa dokumen impor barang.
Petugas Bea Cukai memeriksa dokumen impor barang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung penertiban impor berisiko tinggi.  Perwakilan APINDO, Suryadi Sasmita mengatakan dukungannya untuk bekerja sama. Ia menginginkana danya kerja sama yang baik dengan Bea Cukai.

 

“Ini bukan benang kusut, kita kerja sama cari solusinya. Tujuan kami adalah proses yang cepat tapi benar. APINDO membawahi 150 asosiasi, dengan anggota 15.000 orang di seluruh Indonesia. Kami imbau untuk start dengan benar, jika komunikasi terjalin dengan baik, akan mudah melaporkan yang terjadi di lapangan,” kata Suryadi.

Program penertiban importir berisiko tinggi (PIBT) merupakan program yang disorot di Triwulan II 2017, sebagai salah satu program unggulan dari Reformasi Bea Cukai.

Saat ini, program PIBT menunjukkan hasil positif, namun dalam implementasinya program PIBT masih ditemukan beberapa tantangan. Khususnya bagi pelaku usaha yang tidak dapat memenuhi perizinan karena skala kapasitas dan aksesibilitas.

Dalam kesempatan pertemuannya dengan perwakilan dari  Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan  keinginannya untuk menggandeng seluruh asosiasi sehingga persoalan di lapangan terutama soal ekspor impor bisa teratasi.

“Saya ingin menggandeng seluruh asosiasi, jalin kerja sama, dan saling komunikasi untuk mengatasi kendala di lapangan jadi jangan sampai pengusaha yang patuh, yang dirugikan,” ujar Heru.