Jumat , 17 March 2017, 17:48 WIB

Pos Lintas Batas Aruk Bantu Pengawasan di Garda Terluar Indonesia

Red: Dwi Murdaningsih
dok. Bea Cukai
Presiden Jokowi mendengarkan paparan dari Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi saat peresmian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (17/3).
Presiden Jokowi mendengarkan paparan dari Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi saat peresmian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (17/3).

REPUBLIKA.CO.ID, ARUK -- Presiden Joko Widodo didampingi Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Aruk, Sambas pada Jumat (17/03). Sebagai wajah terdepan Indonesia di Sambas, PLBN Terpadu Aruk menjadi gerbang masuknya lalu lintas orang dan barang dari dan ke negara tetangga, Malaysia.

Heru Pambudi mengungkapkan bahwa dengan peresmian PLBN Aruk yang merupakan bagian dari wilayah kerja dari Bea Cukai Sintete, diharapkan dapat membawa perubahan dalam peningkatan pelayanan dan pengawasan lalu lintas barang.

"Kami harap semakin banyak perubahan ke arah yang lebih baik. Apalagi dengan dukungan otomasi pelayanan barang-barang fasilitas pelintas batas (SISKA) serta aplikasi Analisis Profil Orang, Sarana Pengangkut dan KILB ( Si ARUK), yang terbukti membantu kecepatan arus barang dan kegiatan pengawasan Bea Cukai," ungkap Heru.

Menurutnya, Bea Cukai Sintete juga menyatakan kesiapan untuk mendukung kegiatan ekspor melalui perbatasan bagi pelaku usaha di Sambas dan sekitarnya. "Tentunya kami pun siap melayani pemasukan kendaraan umum yg pastinya mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia, dalam hal instansi lain yang terkait memiliki komitmen yang sama. Selain itu, didukung sarana prasarana yang ada, Bea Cukai siap menangkal masuknya narkotika ke Indonesia," kata dia.