Saturday, 11 Ramadhan 1439 / 26 May 2018

Saturday, 11 Ramadhan 1439 / 26 May 2018

Atlet Berhijab Harus Diterima di Semua Cabang Olahraga

Senin 06 October 2014 06:40 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Didi Purwadi

Tim basket putri Qatar mundur dari pertandingan pertama di Asian Games melawan Mongolia, Rabu (24/9) karena sejumlah pemainnya diminta melepaskan jilbab.

Tim basket putri Qatar mundur dari pertandingan pertama di Asian Games melawan Mongolia, Rabu (24/9) karena sejumlah pemainnya diminta melepaskan jilbab.

Foto: Kim Kyung-min/Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, INCHEON -- Ketua Dewan Olimpiade Asia mengajak semua pihak untuk mengizinkan atlet Muslimah berhijab ikut terlibat di semua cabang olahraga.

Ketua Dewan Olimpiade Asia (OCA), Shekh Ahmad al-Fahad al-Sabah, mengaku kecewa dengan insiden pelarangan FIBA terhadap atlet basket muslimah Qatar.

''Semua cabang olahraga, termasuk voli dan sepakbola, sudah membolehkan wanita berhijab ikut serta. Dimana-mana wanita berhijab ada, hanya basket saja yang masih melarang,'' kata al-Sabah, seperti dikutip AFP, Sabtu (4/10).

Ia menekankan tak ada alasan melarang wanita berjilbab terlibat dalam kegiatan olahraga. Tak ada perbedaan pula antara basket dengan sepak bola dan voli.

FIBA sebenarnya sudah mengizinkan penggunaan hijab untuk kompetisi nasional. Uji coba kompetisi dengan atlet berhijab akhirnya akan dimulai tahun depan. Meski pimpinan FIBA sendiri masih bersikukuh tak boleh ada simbol agama yang digunakan dalam pertandingan basket.

Untuk menghindari kontroversi merebak, Arab Saudi bahkan sengaja hanya mengutus atlet pria ke Asian Games 2014 Incheon. Al-Sabah menyebut Afghanistan dan Iran juga mengurangi jumlah cabang olaharaga putri.

''Bukan karena mereka tak punya atletnya, tapi karena hijab masih dijadikan topik kontroversi,'' kata al-Sabah.

Tema 'Diversity Shines Here' di Asia Games 17 Incheon, Korea Selatan, harus tercoreng setelah tim basket putri Qatar mundur dari pertandingan karena Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) melarang wanita berhijab bermain.

Qatar menganggap larangan itu sebagai tindakan merendahkan. Padahal telah banyak cabang olahraga, termasuk sepak bola, saat ini telah mengizinkan wanita berhijab untuk terlibat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES