Atlet Berhijab Harus Diterima di Semua Cabang Olahraga
Senin , 06 October 2014, 06:40 WIB
Kim Kyung-min/Reuters
Tim basket putri Qatar mundur dari pertandingan pertama di Asian Games melawan Mongolia, Rabu (24/9) karena sejumlah pemainnya diminta melepaskan jilbab.

REPUBLIKA.CO.ID, INCHEON -- Ketua Dewan Olimpiade Asia mengajak semua pihak untuk mengizinkan atlet Muslimah berhijab ikut terlibat di semua cabang olahraga.

Ketua Dewan Olimpiade Asia (OCA), Shekh Ahmad al-Fahad al-Sabah, mengaku kecewa dengan insiden pelarangan FIBA terhadap atlet basket muslimah Qatar.

''Semua cabang olahraga, termasuk voli dan sepakbola, sudah membolehkan wanita berhijab ikut serta. Dimana-mana wanita berhijab ada, hanya basket saja yang masih melarang,'' kata al-Sabah, seperti dikutip AFP, Sabtu (4/10).

Ia menekankan tak ada alasan melarang wanita berjilbab terlibat dalam kegiatan olahraga. Tak ada perbedaan pula antara basket dengan sepak bola dan voli.

FIBA sebenarnya sudah mengizinkan penggunaan hijab untuk kompetisi nasional. Uji coba kompetisi dengan atlet berhijab akhirnya akan dimulai tahun depan. Meski pimpinan FIBA sendiri masih bersikukuh tak boleh ada simbol agama yang digunakan dalam pertandingan basket.

Untuk menghindari kontroversi merebak, Arab Saudi bahkan sengaja hanya mengutus atlet pria ke Asian Games 2014 Incheon. Al-Sabah menyebut Afghanistan dan Iran juga mengurangi jumlah cabang olaharaga putri.

''Bukan karena mereka tak punya atletnya, tapi karena hijab masih dijadikan topik kontroversi,'' kata al-Sabah.

Tema 'Diversity Shines Here' di Asia Games 17 Incheon, Korea Selatan, harus tercoreng setelah tim basket putri Qatar mundur dari pertandingan karena Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) melarang wanita berhijab bermain.

Qatar menganggap larangan itu sebagai tindakan merendahkan. Padahal telah banyak cabang olahraga, termasuk sepak bola, saat ini telah mengizinkan wanita berhijab untuk terlibat.



Redaktur : Didi Purwadi
Reporter : Fuji Pratiwi
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
JAKARTA -- Asian Games ke-17 akhirnya telah resmi berakhir. Total 45 negara telah bersaing demi menjadi yang terbaik pada 36 cabang olah raga yang dipertandingkan selama 16 hari di Incheon, Korea Selatan. Dengan slogan ''Diversity Shines Here, Incheon...
Oleh: Reja Irfa WidodoWartawan Republika Online Hasil akhir perolehan medali di Asian Games ke-17 Incheon, Korea Selatan, kian menegaskan supremasi Tiongkok sebagai negara terkuat di arena olah raga khususnya di kawasan Asia. Negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia itu...
Oleh: Reja Irfa Widododari Incheon, Korea Selatan ''Waktu pertama datang kesini, satu tempat yang saya ingin kunjungi ya Ansan. Katanya kalo disini gak lengkap kalo gak ke Ansan,'' kata Awan (29 tahun), TKI asal Cilacap, kepada saya saat kami bertemu...
Oleh: Reja Irfa Widododari Incheon, Korea Selatan Jika diamati di setiap bagian dalam bagasi Taksi di Incheon selalu terdapat sebuah tabung gas berukuran persis seperti gas 12 kg di tanah air. Tabung ini merupakan sumber bahan bakar utama di setiap...
Laporan langsung wartawan Republika Online, Reja Irfa Widodo dari Incheon, Korea Selatan Bangunan lima lantai itu berdiri megah di salah satu sudut Kota Ansan, tepatnya di Gyeonggi-do, Ansan-si, Danwon-gu, Wongok-do 714-5. Di ujung atas bangunan itu terdapat sebuah kubah berukuran...
Oleh: Reja Irfa Widododari Incheon, Korea Selatan Demi memudahkan tugas perwarta di Asian Games 2014 Incheon, pihak panitia penyelenggara (IAGOC) memberikan layanan shuttle bus dari venue pertandingan ke media center. Terkadang pelajaran atau hikmah bisa didapat dari mana saja dan...