Sabtu 03 Apr 2021 14:48 WIB

Puskesmas Tanjung Binga Jadi Puskesmas Khusus Pariwisata

Puskesmas khusus pariwisata di Bangka Belitung membangun kepercayaan pelaku wisata

Gubernur Provinsi Babel Erzaldi Rosman ajak kota/kabupaten kuatkan koordinasi untuk pulihkan ekonomi
Foto: Pemprov Babel
Gubernur Provinsi Babel Erzaldi Rosman ajak kota/kabupaten kuatkan koordinasi untuk pulihkan ekonomi

REPUBLIKA.CO.ID, BELITUNG -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan, menetapkan Puskesmas Tanjung Binga, Kabupaten Belitung, sebagai puskesmas khusus pariwisata, guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.

"Puskesmas khusus pariwisata ini untuk membangun kepercayaan bagi pelaku wisata dan memberikan jaminan bagi para wisatawan yang berkunjung ke negeri laskar pelangi ini," kata Erzaldi Rosman Djohan saat memantau vaksinasi Covid-19 bagi pelaku wisata di Puskesmas Tanjung Binga, Sabtu (3/4).

Baca Juga

Gubernur mengapresiasi inovasi Puskesmas Tanjung Binga yang telah melakukan berbagai program terobosan antara lain, Program Mempelam yaitu Menu Germas untuk Pasien Melampun (sarapan). Selain itu, Ramuan Seleraja yaitu minuman herbal imunitas tubuh yang terbuat dari serai, lemon, gula merah dan jahe. Serta Tamjak Simpki atau Tanya Jawab Kesehatan Streaming bersama Simpor Laki yaitu dialog kesehatan yang disiarkan langsung melalui media sosial.

"Terobosan yang dilakukan puskesmas ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi yang lain, karena selain bergerak di bidang kesehatan masyarakat juga mendukung pariwisata daerah ini," katanya.

Menurut dia keberadaan puskesmas khusus pariwisata ini sangat penting untuk mendukung aktivitas pariwisata di Belitung merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia. "Kegiatan ini untuk rangka mendukung dan memastikan pariwisata di Belitung berjalan baik dan aman serta masyarakatnya disiplin menjalankan protokol kesehatan," ujarnya.

Ia menyatakan ke depannya agenda kepariwisataan Bangka Belitung telah disusun dengan penerapan protokol kesehatan. Salah satunya adalah menempatkan alat GeNose yang dapat digunakan saat acara dilaksanakan. "Kami terus berupaya bersama pemerintah kabupaten mengadakan ajang olah raga maupun pariwisata yang aman sesuai prokes yang ditetapkan," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement