Kamis 01 Apr 2021 15:51 WIB

Sulitnya Membangun Masjid di Prancis

Membangun masjid di Prancis diketahui luas adalah mimpi yang sulit diwujudkan.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Agung Sasongko
Masjid Mantes Sud, Prancis.
Foto: google.com
Masjid Mantes Sud, Prancis.

REPUBLIKA.CO.ID,  ANGERS -- Saat suhu berkisar di sekitar titik beku, ratusan pria justru berdatangan ke bekas rumah jagal di Angers, Prancis. Mereka bersiap menggelar shalat Jumat di bangunan tersebut meski dengan ancaman hawa dingin. Di dalam dan di luar bangunan mereka menggelar sajadah dan mendengarkan khutbah saat pencermah sudah memulai khutbah Jumatnya.

Dilansir dari The New York Times, Rabu (31/3), rumah jagal tua di kota tersebut menjadi masjid selama 21 tahun terakhir bagi banyak Muslim di Angers, sebuah kota di Prancis barat. 

Baca Juga

Pembangunan masjid permanen terhenti sejak musim gugur lalu ketika Dewan Kota dengan suara bulat menolak proposal para pemimpin Muslim untuk menyerahkan kepemilikan masjid mereka yang belum selesai kepada pemerintah Maroko dengan imbalan penyelesaiannya.  

Membangun masjid di Prancis diketahui luas adalah mimpi yang sulit diwujudkan.  Terlebih komunitas di sana cenderung miskin daripada orang Prancis lainnya. Mengandalkan donor asing juga seringkali menimbulkan sejumlah kekhawatiran, baik di dalam maupun di luar komunitas Muslim.

Hal ini karena mereka berada di bawah pengawasan intensif dengan undang-undang baru Presiden Emmanuel Macron melawan Islamisme. Masalah juga semakin menjadi bagi umat Islam karena prinsip sekularisme Prancis, yang disebut laïcité, yang membentuk benteng antara negara dan agama. 

Meskipun pemerintah menganggap dirinya sangat netral di hadapan semua agama, undang-undang tersebut secara efektif menjadikan negara sebagai tuan tanah terbesar dari gereja-gereja Katolik Roma di Prancis dan penjaga budaya Katolik Roma.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement