Senin 29 Mar 2021 13:17 WIB

Warga: Ledakan Kilang Balongan Sangat Kencang

Rumah warga Blok Kesambi sebagian besar rusak, kaca pecah, plafon ambruk.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Yudha Manggala P Putra
Warga menunjukan rumah yang rusak akibat ledakan kilang Pertamina Balongan, di Blok Kesambi, Desa Balongan Kabupaten Indramayu, Senin (29/3). Hingga saat ini penyebab ledakan dan kebakaran belum diketahui. Petugas masih fokus melakukan pemadaman api.
Foto: Lilis Sri Handayan/Republika
Warga menunjukan rumah yang rusak akibat ledakan kilang Pertamina Balongan, di Blok Kesambi, Desa Balongan Kabupaten Indramayu, Senin (29/3). Hingga saat ini penyebab ledakan dan kebakaran belum diketahui. Petugas masih fokus melakukan pemadaman api.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Sejumlah warga Blok Kesambi, Desa/Kecamatan Balongan, mengaku ledakan yang terjadi kilang Pertamina Balongan Indramayu sangat kencang. Ledakan membuat rumah terasa bergetar dan diduga itu yang menyebabkan sejumlah rumah di Blok Kesambi mengalami kerusakan.

Berdasarkan pantauan Republika, kerusakan itu terutama dialami rumah warga di Blok Kesambi, Desa/Kecamatan Balongan. Kerusakan sebagian besar berupa kaca-kaca jendela yang pecah maupun atap plafon yang ambruk.

Salah satunya seperti yang menimpa rumah warga bernama Heni Lovandari (40). Kaca jendela rumahnya pecah dan plafon di bagian kamar tidur, dapur dan ruang televisi mengalami kerusakan. ''Ledakannya sangat kencang. Rumah terasa bergetar,'' kata Heni saat ditemui Republika di rumahnya.

Heni mengungsi ke tempat adiknya di Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan. Dia kembali ke rumahnya hanya untuk mengambil dokumen penting dan barang berharga miliknya.

''Waktu kejadian itu saya lagi tidur dan langsung lari menyelamatkan diri. Tidak sempat membawa barang-barang,'' tutur Heni.

Jarak rumah Heni dengan pagar pembatas Pertamina yang mengalami ledakan sekitar 100 meter. Karena itu, kerusakan yang dialami rumahnya cukup parah.

Hal serupa terjadi pada rumah milik warga lainnya bernama Syarif. Jarak rumahnya dengan pagar Pertamina hanya sekitar 30 meter. ''Saat ledakan itu terjadi, saya sampai terjatuh dari tempat tidur karena kuatnya getaran,'' kata Syarif.

Plafon di sejumlah ruangan di rumah Syarif juga jebol, termasuk di kamarnya. Beruntung, dia dan keluarganya tidak terluka akibat peristiwa tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement