Rabu 03 Mar 2021 13:35 WIB

455 Stasiun Bus Beroperasi di Makkah

455 Stasiun Bus Beroperasi di Makkah

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil
455 Stasiun Bus Beroperasi di Makkah. Foto:  Sejak dihentikannya layanan Bus shalawat dari dan Masjidil Haram, sejumlah jalan protokol di Kota Makkah sepi dari bus, Kamis (8/8). Jamaah yang hendak bepergian, terpaksa menggunakan taksi dengan harga yang cukup tinggi untuk jarak tertentu.
Foto: Republika/Syahruddin El-Fikri
455 Stasiun Bus Beroperasi di Makkah. Foto: Sejak dihentikannya layanan Bus shalawat dari dan Masjidil Haram, sejumlah jalan protokol di Kota Makkah sepi dari bus, Kamis (8/8). Jamaah yang hendak bepergian, terpaksa menggunakan taksi dengan harga yang cukup tinggi untuk jarak tertentu.

IHRAM.CO.ID,MAKKAH -- Otoritas Pengembangan Wilayah Makkah telah menyelesaikan 50 persen dari proyek penerapan stasiun bus angkutan umum di kota.

Dilansir dari laman Saudi Gazette pada Rabu (3/3), Sejauh ini otoritas telah membuat 455 terminal bus beroperasi di lingkungan perumahan dan pusat-pusat utama di kota suci. Informasi ini sebelumnya telah dipelajari oleh Saudi Gazette dari berbagai sumber.

Baca Juga

Adapun proyek tersebut terdiri dari 12 jalur. Di antaranya tujuh jalur untuk bus lokal, dan lima jalur untuk bus ekspres, dengan total panjang lebih dari 300 kilometer.

Terdapat total 240 bus reguler dan 160 bus gandeng dengan empat stasiun pusat, tujuh jembatan, dan 11 persimpangan pintar.

Di sisi lain, jarak antara 7-15 menit telah ditetapkan antara waktu bus. Sedangkan waktu tunggu tidak akan melebihi lima menit pada waktu puncak dan selama musim-musim utama.

Sebelumnya pada 2017 lalu, Amir Makkah, Pangeran Khaled Al Faisal, Emir dari Mekah,menandatangani kontrak senilai 3.2 miliar Saudi Real (SR) untuk transportasi umum Makkah.

Kontrak itu berisi tentang impor, operasi dan pemeliharaan bus Program Transportasi Publik Makkah (MPTP) yang dikerjakan perusahaan konsorsium  Saudi Nesma bekerjasama dengan perusahaan transportasi Spanyol TCC.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement