Jumat 19 Feb 2021 14:41 WIB

Kesamaan Putaran Thawaf Manusia dan Benda Langit

Tasbih dan tawaf adalah lambang menuju Allah dan bergerak bersama semesta.

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Fakhruddin
Kesamaan Putaran Thawaf Manusia dan Benda Langit (ilustrasi).
Foto: Saudigazette
Kesamaan Putaran Thawaf Manusia dan Benda Langit (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Dr Thariq As-Suwaidan dalam bukunya Misteri Haji dan Umrah, Mengungkap Rahasia Besar Amalan Haji dan Umrah, mengatakan, putaran (thawaf) yang dilakukan semua benda-benda di langit dan di bumi itu atas perintah Allah yang menciptakannya. Dan semua bertawaf mengucapkan tasbih kepada Allah yang Maha Tunggal. 

"Alam semesta beribadah kepada Allah dan tunduk kepadanya dengan gerakan tawaf yang berlawanan dengan arah jarum jam," katanya.

Thariq mengatakan, apa yang kita lakukan pada waktu thawaf adalah penyesuaian dengan gerakan alam semesta. Tasbih dan tawaf adalah lambang menuju Allah dan bergerak bersama semesta. Semesta bertasbih hanya kepada pencipta semata. "Sedangkan tasbih sendiri adalah bentuk pengagungan kepada Allah," katanya.

Karena itulah, kata Dr Thariq maka sikap yang selayaknya dilakukan oleh para makhluk adalah mengagungkan penciptaannya yang telah menjadikan manusia dan alam semesta ini tujuan inti. Dari tawaf yang manusia lakukan bersama alam semesta ini adalah menyadari kepada manusia akan sebuah usaha mewujudkan target yang diinginkan Allah.

Dalam penciptaan manusia dalam surat Al Fathir ayat 39 Allah Subhanahu ta'ala berfirman. "Dialah yang menjadikan kamu kafilah-kafilah di muka bumi ini."

Dalam ayatnya yang lain surah Hud ayat 61 Allah berfirman. "Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu permukaannya."

Thariq mengatakan, permukaan bumi tidak akan terjadi, kecuali dengan menjalankan prosesnya di atas tanah syariat yang diridhoi allah bagi kaum yang beriman. Dalam surat al-Maidah ayat 3 Allah berfirman. "Dan telah Aku ridhoi Islam itu jadi agama bagimu."

Dari sini kata Thariq dapat dipahami bahwa sebagai pemberi kewenangan kepada manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi, Allah pun meminta mereka untuk menjalankan segala perintahnya. Jika semua itu terlaksana dengan baik maka mereka akan mampu memakmurkan bumi sebagaimana mestinya. "Namun jika manusia melanggar apa yang telah diperintahkan Allah, maka itulah awal kehancuran bagi bumi ini," kataya.

Dalam surat ar-rum ayat 41 telah nampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka agar mereka kembali.

Thari mengatakan, kemakmuran bumi hanya akan tercapai jika manusia mencegah kerusakan sebagaimana diperintahkan Allah subhanahu wa taala dalam surat hud aya 85 yang artinya. "Dan janganlah kamu berbuat kejahatan di muka bumi dengan berbuat kerusakan hanya dengan memakmurkan bumi akan tercapai kebaikan dunia dan akhirat,") katanya.

Inilah yang dimaksud oleh Allah subhanahu wa taala dalam surat al-baqarah ayat 201 yang artinya. "Dan di antara mereka ada orang yang berdoa ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka."

Untuk itu, hendaknya para jamaah haji semaksimal mungkin berupaya untuk menjadikan ibadah tawaf nya berdekatan dengan Ka'bah. Ini semua dapat dilakukan ketika memiliki peluang untuk mendekatkan diri kepada Kabah tersebut dengan tidak menyakiti jamaah lain terlebih lagi jika kondisi para jamaah sedang tumpah ruah berada di sana.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement