Senin 18 Jan 2021 17:38 WIB

PMI Sukabumi Genjot Simulasi Hadapi Potensi Bencana Gempa

Dalam skenario penempatan pengungsian juga ada standar, pedoman, protokol kesehatan

Rep: riga nurul iman/ Red: Hiru Muhammad
PMI Kota Sukabumi menggelar simulasi menghadapi gempa di masa pandemi
Foto: istimewa
PMI Kota Sukabumi menggelar simulasi menghadapi gempa di masa pandemi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Beragam cara dilakukan untuk menghadapi potensi bencana khususnya gempa bumi. Hal ini misalnya dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi yang mengelar kegiatan simulasi evakuasi mandiri ketika terjadi gempa bumi untuk masyarakat kelurahan di Kelurahan/Kecamatan Baros, Ahad (17/1) lalu.

Upaya tersebut ini dilakukan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi khususnya dalam kondisi pandemi Covid-19. " Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindaklanjut sebelumya, dimana sudah disusun panduan SOP evakuasi mandiri bencana gempa untuk kelurahan," ujar Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo, Senin (18/1).

Terutama bagaimana peran, tugas pokok dan fungsi masing masing komponen di kelurahan pada saat terjadi bencana gempa bumi. Dalam pelaksanaannya dilakukan melalui dua skenario kegiatan yang terdiri dari latihan meja atau gladi ruangan (TTX), serta drill gladi simulasi lapangan. Pada panduan SOP penanganan evakuasi mandiri ini tetap menjalankan protokol kesehatan dan menjaga kebersihan diri, serta memisahkan orang sehat dengan orang bergejala Covid-19 saat melakukan evakuasi.

Selain itu kata Suranto, dalam skenario penempatan pengungsian juga ada standar, pedoman, protokol kesehatan yang harus dilakukan. Pada intinya adalah bagaimana terkait penerapan 3M di tempat pengungsian.

Menurut Suranto, adapun 3M yang dimaksud adalah menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Ia mengatakan tempat pengungsian harus bisa diatur kapasitasnya agar para pengungsi tidak berdesakan.

Dilakukan penyekatan pembatasan jaga jarak setiap anggota keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan/Kecamatan Baros selama satu hari efekti bertempat di Lapangan Garuda dengan dihadiri oleh unsur Muspika, Kelurahan, puskesmas, serta relawan dan masyarakat Baros.

Simulasi ini juga dengan didampingi oleh fasilitator dari PMI Provinsi Jawa Barat dan BPBD Kota Sukabumi. " Harapannya nanti dari simulasi ini para pihak yang terlibat di kelurahan bisa saling berkoordinasi mengerti akan tupoksinya sesuai dengan SOP yang dibuat," imbuh Suranto.

Petugas mampu memobilisasi dan memberdayakan kapasitas masyarakat dalam hal tanggap darurat bencana. Dalam kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari PMI Pusat, Palang Merah Amerika (Amcross) dan USAID.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement