Selasa 05 Jan 2021 17:45 WIB

Menpora Upayakan Vaksinasi Atlet PON Papua

Kemenpora masih merampungkan pendataan penerima vaksin COVID-19 tahap awal

Menpora Zainudin Amali (kiri) berbincang dengan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) usai pertemuan membahas kerjasama pengembangan
Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Menpora Zainudin Amali (kiri) berbincang dengan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) usai pertemuan membahas kerjasama pengembangan

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARAT -- Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali  mengupayakan agar atlet yang tengah menjalani pemusatan latihan daerah (pelatda) menuju PON Papua untuk mendapat prioritas vaksinasi COVID-19.

Zainudin mengatakan akan mengusulkan agar atlet PON juga masuk prioritas vaksin apabila setiap daerah sudah memiliki daftar atlet yang akan bertanding di PON Papua yang digelar Oktober mendatang.

Baca Juga

"Untuk atlet pelatda (pelatihan daerah) PON kalau sudah ada daftarnya (dari masing-masing daerah), kami bisa juga tanyakan apakah memungkinkan untuk mendapatkan vaksin juga di tahun ini," ucap Zainudin, Selasa (5/1).

Untuk saat ini, Kemenpora masih merampungkan pendataan penerima vaksin COVID-19 tahap awal bagi para atlet dan pelatih yang akan ikut dalam kegiatan olahraga yang dijadwalkan digelar dalam waktu dekat.

Terdapat beberapa kegiatan olahraga besar yang akan diikuti oleh Indonesia pada tahun ini. Mulai dari single event hingga multi event, di antaranya Olimpiade Tokyo pada Juli hingga Agustus dan SEA Games Vietnam pada November. Sementara untuk kegiatan single event, ada pelaksanaan Piala Thomasdan Uber, Piala Sudirman, serta rangkaian turnamen super series di cabang bulu tangkis.

"Tentu ada tahapan-tahapannya. Siapa saja yang akan bertanding dalam waktu dekat, siapa yang divaksin duluan. Kami akan kerja sama dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

“Kami yang menentukan kapan mereka diperbolehkan latihan dan bertanding. Sementara yang menentukan siapa akan mendapatkan prioritas ke berapa (yang menentukan kapan disuntik vaksinnya) adalah pihak yang akan memberikan vaksinnya tersebut," ujar dia menambahkan.

Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin produksi Sinovac sudah tiba di Indonesia pada 6 Desember 2020, dan 1,8 juta dosis tambahan pada 31 Desember 2020. Dengan begitu, sudah ada 3 juta vaksin Sinovacdi Indonesia dan sudah didistribusikan ke berbagai daerah di Tanah Air.

Dalam waktu dekat, 15 juta bulkvaksin dari Sinovac yang akan dimanufaktur Bio Farma akan tiba di Indonesia.

Selain Sinovac, pemerintah juga sudah mengamankan jenis vaksin COVID-19 lainnya, seperti AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement