Rabu 30 Dec 2020 16:22 WIB

Tutup Tahun, IHSG Terkoreksi 5 Persen Sepanjang 2020

Kondisi indeks saham Indonesia masih jauh lebih baik dibandingkan negara ASEAN lain.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Investor memantau perdagangan saham melalui gawainya di Jakarta (ilustrasi). Sepanjang tahun ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi cukup dalam yang penurunannya diawali sejak Maret 2020.
Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA
Investor memantau perdagangan saham melalui gawainya di Jakarta (ilustrasi). Sepanjang tahun ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi cukup dalam yang penurunannya diawali sejak Maret 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perdagangan bursa saham domestik untuk tahun 2020 telah resmi ditutup. Sepanjang tahun ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi cukup dalam yang penurunannya diawali sejak Maret lalu. 

Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Rabu (30/12), IHSG bergerak ke zona negatif dan berakhir di level 5.979. Posisi itu pun membuat IHSG terkoreksi hingga 5,09 persen secara year to date (ytd). Di awal tahun, IHSG sempat menyentuh level 6.325.

Baca Juga

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengakui pasar modal sepanjang tahun ini kerap dihadapkan berbagai tantangan dalam kondisi Pandemi Covid-19. Namun di akhir 2020, perkembangan pasar mod telah mengarah ke jalur yang positif. 

"Regulator pasar modal mampu beradaptasi secara dinamis dan terus berupaya menjawab kebutuhan pasar, serta kembali mencatatkan sejumlah pencapaian yang mendukung kemajuan pasar modal Indonesia," tutur Inarno, Rabu (30/12).

Menurut Inarno, kondisi indeks saham Indonesia masih jauh lebih baik dibandingkan negara lainnya se kawasan ASEAN. Thailand saat ini masih terkoreksi 8,32 persen, Filipina turun 8,64 persen dan Singapura anjlok 11,64 persen. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement