Kamis 17 Dec 2020 12:10 WIB

Milad Bazis DKI Diisi Festival Cover Lagu Islami

Festival Cover Lagu Islami Bazis DKI diikuti ribuan peserta termasuk musisi jalanan

Baznas (Bazis) DKI Jakarta menyelenggarakan Festival Cover Lagu Islami se-Jabodetabek bagi musisi-musisi jalanan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (15/12) di Gedung Mental Spiritual, Tanah Abang, Jaksel ini sudah masuk tahap semifinal. Sementara tahap final dilaksanakan pada hari ini Rabu (16/12).
Foto: Bazis DKI
Baznas (Bazis) DKI Jakarta menyelenggarakan Festival Cover Lagu Islami se-Jabodetabek bagi musisi-musisi jalanan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (15/12) di Gedung Mental Spiritual, Tanah Abang, Jaksel ini sudah masuk tahap semifinal. Sementara tahap final dilaksanakan pada hari ini Rabu (16/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi COVID-19 tidak menyurutkan daya kreatifitas Baznas (Bazis) DKI Jakarta dalam memberdayakan para remaja. Melihat banyaknya cafe-cafe yang tutup dan semakin sempitnya lahan bagi para musisi cafe/jalanan, Baznas (Bazis) DKI berinisiatif mengadakan festival yang diperuntukan bagi mereka. 

Hal ini terlihat pada kegiatan yang dibungkus peringatan milad ke 52. Baznas (Bazis) DKI Jakarta menyelenggarakan Festival Cover Lagu Islami se-Jabodetabek bagi musisi-musisi jalanan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (15/12) di Gedung Mental Spiritual, Tanah Abang, Jaksel ini sudah masuk tahap semifinal. Sementara tahap final dilaksanakan pada hari ini Rabu (16/12). 

"Alhamdulillah kegiatan ini mendapat atensi yang tinggi dari teman-teman musisi jalanan, data yang kami terima terdapat 1.216 peserta dari seluruh wilayah Jabodetabek yang terbagi dalam 25 nominator, masing-masing 10 kategori musisi solo dan 10 kategori musisi grup" Ungkap Dipo, koordinator festival. Festival ini memperebutkan hadiah Rp 7 juta untuk pemenang kategori musisi solo dan Rp 10 juta untuk kategori musisi grup. 

Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta, Dr. KH. Luthfi Fathullah, yang bertindak langsung sebagai juri berharap bahwa festival ini dapat meningkatkan kualitas musik para musisi dan memberikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat melalui lirik-lirik yang Islami. 

"Mereka musisi jalanan adalah orang-orang yang setiap hari berinteraksi dengan masyarakat, hendaknya yang dinyanyikan mempunyai makna kebaikan. Selain itu, mereka ini termasuk para dhu'afa dan mustahik zakat (orang yang berhak mendapatkan zakat) yang wajib dibantu. Di Jakarta ini, kita punya banyak panggung seni seperti di Kota Tua, stasiun-stasiun MRT, dan lainnya, ini semua dalam rangka membina dan menyalurkan bakat atau kreatifitas mereka-mereka ini" Ungkapnya. 

Salah satu peserta kategori penyanyi solo dari Cilincing, Fatimah (23), mengungkapkan kesannya mengikuti festival ini. Ia berharap kegiatan positif ini bisa diadakan tidak hanya oleh Baznas (Bazis) DKI Jakarta saja, tetapi juga oleh pemerintah daerah dan instansi lain. 

"Festival ini bisa jadi wadah bagi kami-kami para penyanyi cafe dan musisi jalanan untuk saling kenal dan akrab satu sama lain karena kita sama-sama dalam kondisi sulit akibat pandemi. Semoga instansi lain juga bisa mencontoh seperti yang dilakukan oleh Baznas DKI Jakarta" Ungkap Fatimah usai tampil menyanyikan lagu Sholawat Sedekeh. 

Sama halnya dengan Fatimah, peserta lain, Sigit (23) yang tergabung dalam grup Ambigu juga mengapresiasi kegiatan festival cover lagu Islami.

"Saya dan teman-teman baru pertama mengikuti festival ini, Alhamdulillah bisa lolos sampai tahap semifinal, semoga kami bisa menang dan juga kegiatan ini bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya karena kegiatan ini sangat positif dan membantu kami-kami para pengamen jalanan". Ungkap Sigit mewakili teman-temannya.

Kegiatan festival diselenggarakan dengan mematuhi protokol kesehatan, di mana panitia menyediakan handsanitizer, masker, dan dijaga jarak tempat duduk antar peserta.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement