Rabu 16 Dec 2020 19:04 WIB

PM Suga Dihujani Kritik Usai Acara Makan Malam

Jepang menghadapi kasus Covid-19 baru yang menyentuh rekor

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga
Foto: AP/Carl Court/Pool Getty Images AsiaPac
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga

IHRAM.CO.ID, TOKYO -- Kehadiran Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pada sebuah acara makan malam akhir tahun menuai kritikan publik. Pasalnya, pertemuan tersebut terjadi di saat negara tersebut bergulat dengan rekor jumlah kasus virus corona baru.

Suga sebelumnya kerap memperingatkan publik untuk menghindari pertemuan besar. Namun, Suga menghadiri beberapa pertemuan selama sepekan terakhir. Hal itu langsung memicu kritik di media sosial dan politisi, termasuk dari sekutu dalam koalisinya.

Baca Juga

"Sambil meminta orang untuk menahan diri, mereka makan steak kelas atas dan menjalaninya," kata anggota oposisi parlemen Jun Azumi kepada wartawan, merujuk pada makan malam di restoran steak top Tokyo yang dihadiri Suga, Senin (14/12).

"Dukungan publik bisa runtuh," kata Azumi menambahkan.

Salah satu yang menghadiri makan malam tersebut, aktor 76 tahun Ryotaro Sugi, mengatakan kepada wartawan di luar restoran bahwa makan malam itu adalah pesta akhir tahun. Mereka juga telah mendiskusikan bisbol.

Namun demikian, Suga belum menjelaskan makan malam steak yang dia lakukan. Juru bicara pemerintah Katsunobu Kato mengatakan pemerintah menanggapi kritik serius bahwa kegiatan Suga telah menyebabkan kesalahpahaman di antara publik.

"Penting untuk membuat keputusan individu berdasarkan keseimbangan antara tujuan makan kelompok dan tindakan pengendalian infeksi," kata Kato pada konferensi pers.

Hal yang lebih mengkhawatirkan bagi perdana menteri mungkin adalah kritik terselubung dari mitra yunior partai yang berkuasa, Komeito. Sebab hubungan mereka yang sudah di bawah tekanan atas perselisihan tentang tagihan medis untuk para lansia.

"Jadwal perdana menteri mengirimkan pesan kepada rakyat, jadi saya ingin mempertimbangkannya dengan matang," kata pemimpin partai Komeito, Natsuo Yamaguchi.

Sumber yang dekat dengan Komeito lebih blak-blakan. "Ada jurang yang tumbuh di antara pihak-pihak tersebut," kata sumber yang menolak disebutkan namanya itu kepada Reuters.

Perdana menteri terpaksa membalikkan program subsidi perjalanan pemerintah yang bertujuan mendukung pariwisata domestik dan membantu usaha kecil yang telah lama dibelanya. Kritikus menyalahkan program itu untuk mendorong perjalanan yang telah membantu menyebarkan virus corona di seluruh Jepang. Suga menangguhkannya selama liburan akhir tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement