Rabu 09 Dec 2020 19:59 WIB

Kemenag Prioritaskan Penguatan Madrasah

Kemenag Prioritaskan Penguatan Madrasah.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil
Kemenag Prioritaskan Penguatan Madrasah. Foto: Ilustrasi Siswa Madrasah
Foto: Antara/Syaiful Arif
Kemenag Prioritaskan Penguatan Madrasah. Foto: Ilustrasi Siswa Madrasah

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, pada tahun depan akan lebih memprioritaskan untuk menguatkan madrasah yang telah ada. Sementara untuk pembangunan madrasah baru tidak akan terlalu banyak ditambah.

"Penambahan (madrasah) ada, tapi tidak masif. Kami ingin penguatan madrasah yang ada, pada sarana dan prasarana. Kami ingin madrasah yang hadir itu tidak asal bangun," kata Ali pada Senin (7/12).

Baca Juga

Ali mengatakan, untuk penambahan madrasah baru perlu melakukan analisis mendalam. Selain itu juga perlu dilihat dari berbagai aspek, termasuk kehadiran Sumber Daya Manusia (SDM). Dibutuhkan persiapan yang matang, sehingga akan menghadirkan pendidikan berkualitas.

"Kalau penambahan itu khusus kejuruan Madrasah Aliyah, tapi perlu dianalisis dahulu. Ada daerah yang menjadi prioritas," ucap Ali.

Dia mengatakan, misalkan di Depok belum ada Madrasah Aliyah, untuk itu diperlukan hadir pendidikan keagamaan. Akan tetapi hal ini disebut masih dalam pengkajian.

Di samping itu, tahun depan juga akan diupayakan anggaran untuk sekolah swasta. Sementara pada tahun ini memang sekolah swasta belum mendapatkan dana, kecuali untuk operasional.

"Tahun ini swasta belum ada hal lain kecuali biaya operasional. Untuk tahun depan akan membantu meningkatkan kapasitas gedung, sarana dan prasarana," kata Ali.

Pada 2021, Kemenag akan dapat anggaran yang lebih tinggi mencapai hingga Rp 66 triliun. Dari total dana tersebut, sebanyak Rp 55 triliun dialokasikan untuk pendidikan.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI), Syamsuddin berharap pada tahun depan dengan anggaran Kementerian Agama (Kemenag) yang sebagian besar untuk pendidikan dapat digunakan untuk membangun madrasah negeri baru.

"PGMI berharap, dengan anggaran ini dapat dipakai pertama untuk membangun madrasah negeri baru,

Supaya menambah jumlah madrasah negeri yang sangat jomplang dengan swasta," kata Syamsuddin.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement