Jumat 27 Nov 2020 13:45 WIB

Pemkot Tangsel Tunggu Juknis Soal Vaksinasi dari Kemenkes

Pemkot Tangsel sudah merencanakan akan menyiapkan sekitar 900 ribu vaksin.

Rep: Eva Rianti/ Red: Bilal Ramadhan
Vaksin Covid-19 (ilustrasi)
Foto: EPA
Vaksin Covid-19 (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Deden Deni mengungkapkan, pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak juknis) berkaitan dengan vaksinasi. Untuk memastikan keberjalanannya, Deden mengaku terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

"Kan Juknis (petunjuk teknis) nya belum ada jadi kita masih koordinasi dengan Dinkes Provinsi dan Kemenkes," kata Deden.

Dia juga belum bisa memastikan kedatangan vaksin ke Tangerang Selatan karena belum ada informasi pasti dari pemerintah pusat. "Kita tunggu lah. Selalu koordinasi kapan waktunya (datang), nunggu arahan dari pusat," terangnya.

Kendati demikian, Deden menyebut Pemkot Tangsel sudah merencanakan akan menyiapkan sekitar 900 ribu vaksin untuk warga Tangsel. Vaksin tersebut diperuntukkan bagi yang berusia antara 18 hingga 59 tahun.

Untuk tahap awal, kata dia, kalangan yang diprioritaskan adalah tenaga kesehatan, aparat TNI dan Polri serta aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lapangan. Pihaknya telah melakukan pendataan dan pengembangan terhadap kalangan prioritas tersebut.

Di samping menyiapkan rencana jumlah vaksin dan kalangan prioritas, Dinkes Tangsel juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk mengantisipasi kegiatan vaksinasi nantinya, meskipun dari pemerintah pusat diketahui gratis.

"Itu (anggaran Rp 5 miliar) antisipasi kita seandainya tidak semua dipenuhi dari pusat," jelas Deden.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement